Infokowasi.com — Perjuangan menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat Kampung Cikiara Kebun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki hari keempat pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, pembangunan sumur bor di wilayah tersebut telah mencapai kedalaman 40 meter, Sabtu (17/10/2026).
Capaian ini menjadi langkah penting dalam upaya menyediakan sumber air bersih yang lebih memadai bagi masyarakat. Di balik proses pengeboran yang terus berjalan, terdapat tantangan kondisi geografis berupa lapisan tanah berbatu yang membuat pekerjaan membutuhkan tenaga, ketelitian, dan upaya teknis lebih besar.
Operator Tehnisi PengeboranAji, mengungkapkan bahwa hingga hari keempat, mata bor telah menembus kedalaman 40 meter. Kendati demikian, karakteristik tanah di lokasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi selama pengerjaan berlangsung.
“Pengeboran menghadapi kendala karena kondisi tanah di lokasi mengandung bebatuan. Hal ini membuat proses pengerjaan membutuhkan upaya lebih agar dapat mencapai kedalaman yang ditargetkan,” ujar Aji.
Meski dihadapkan pada medan yang tidak mudah, proses pembangunan tetap dilanjutkan secara bertahap. Setiap perkembangan kedalaman menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan fasilitas air bersih yang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat 2 Palabuhanratu. Kerja sama ini mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
Lebih dari Sekadar Pengeboran
Bagi masyarakat pedesaan, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendasar yang berkaitan erat dengan kesehatan, kebersihan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara Kebun diharapkan mampu membuka peluang bagi warga untuk memperoleh akses air bersih yang lebih baik setelah pekerjaan selesai dan sumber air dinyatakan layak dimanfaatkan.
Kehadiran program TMMD juga memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi turut menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Upaya tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
Dengan progres yang telah mencapai 40 meter pada hari keempat, pengerjaan sumur bor ini terus diarahkan menuju kedalaman yang dibutuhkan. Harapannya, kerja keras di tengah tantangan kondisi tanah dapat berujung pada manfaat nyata bagi warga Kampung Cikiara Kebun.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi bersama PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat 2 Palabuhanratu diharapkan dapat menghadirkan lebih dari sekadar fasilitas fisik, yakni akses air bersih yang mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.( ASR )









