Tiada Hari Tanpa Kemacetan Jalur Jantung Kota Cicurug, Parungkuda Dan Cibadak Makin Macet Parah

kemacetan cicurug

Sukabumi, infokowasi.comKemacetan yang terjadi dijalan yang menghubungkan wilayah Sukabumi dengan wilayah Bogor semakin parah. Kondisi ini tidak hanya terjadi di jalur utama melainkan di jalur alternatif, terutama daerah Cicurug.

Hal ini tidak hanya terjadi di siang hari melainkan pada malam hari. Kemacetan mulai terjadi di pintu masuk Sukabumi, yakni Kecamatan Cicurug, Parungkuda hingga Cibadak. Titik kemacetan biasanya terjadi di persimpangan dan pasar, yakni di Pasar Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak.

“Kemacetan terus terjadi dan belum ada solusi,” ujar salah seorang warga Kecamatan Cicurug, Deni (25 tahun), Rabu(18/3).

Menurut Deni, warga juga sudah berupaya melalui jalur alternatif. Namun, jalanan alternatif terbilang sempit dan kini banyak kendaraan yang melintasinya.

Baca Juga :  Satuan Sabhara Polres Lamsel Kunker ke Nelayan Desa Merak Belantung

Deni menuturkan, kemacetan lalu lintas ini salah satunya dipicu banyaknya kendaraan berat yang melintas. Fenomena ini menyebabkan laju kendaraan menjadi tersendat dan mengalami kemacetan. Deni mengatakan pengaturan waktu melintas yang dilakukan Pemkab Sukabumi belum efektif diterapkan karena kendaraan berat setiap waktu tetap melintas, tidak berdasarkan waktu yang ditetapkan.

Warga lainnya, Kokong (44), warga Kecamatan Cibadak mengatakan, kendaraan berat yang melintas di jalur Sukabumi-Bogor berasal dari pabrik-pabrik besar yang ada di Sukabumi. Misalnya, kendaraan dari perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), pabrik garmen, dan lain sebagainya.

Waktu operasional kendaraan besar, seperti angkutan barang hasil tambang, kontainer, dan AMDK dibatasi ketika melewati lintasan di Kabupaten Sukabumi. Hal ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca Juga :  Polri Dukung Terapi Plasma Konvalsen, Metode Penyembuhan Covid-19 Melalui Tranfusi Darah

Dalam ketentuan itu disebutkan untuk dalam daerah hanya boleh beroperasi pada pukul 10.00–16.00 WIB dan pukul 19.00–05.00 WIB. Sedangkan luar daerah hanya boleh operasi sekitar pukul 19.00–05.00 WIB. Pengaturan waktu operasional ini tertuang pada Pasal 6 ayat 3.

Sanksi bagi pelanggar perda tertuang dalam Pasal 14 ayat. Bagi pelanggar akan dikenakan dengan ancaman pidana kurungan 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta. Hal yang sangat membuat terkejut adalah dibongkarnya terminal angkutan Cibadak yang diperuntukan bagi penamoungan pedagang pasar, yang jadi pertanyaan dipindahkan kemana Terminal Cibadak belom ada penggantinya sudah di bongkar , sehingga menambah pemandangan macet yang kian akut, ulasnya.

Baca Juga :  MTQ KE- 44, H. MARWAN HAMAMI : MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS UNTUK SUKABUMI RELIGIUS DAN MANDIRI"

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat belum memberikan keterengan dengan adanya kemacetan yang semakin parah.

Semoga dengan dibukanya pembangunan jalur lintas alternatif Tol Bocimi yang saat ini baru sampai Benda Cicurug akan bisa mengatasi kemacetan, ditambah lagi pembangunan jalur kereta api ganda (double track) setidaknya bisa mengurai kemacetan sebagai jawaban dari pemandangan kemacetan setiap hari, papar Heri Setiawan Sekjen Kowasi.

Laporan : ASEP SURYANA
Editor : YOSSY

 

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here