Sukabumi, infokowasi.com – Selasa, 18 Agustus 2020 di Aula SDN 1 Bojonglopang dilaksanakan Rapat Koordinasi dengan dihadiri oleh Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Yudi Cucu Supriyadi, S.Pd. M.M., serta Kepala Seksi Kesiswaan Unang Hidayat, S.Pd., sebagai perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Selain itu hadir pula Sekmat Jampangtengah, Kepala Desa Jampangtengah, Ketua PGRI Jampangtengah, KKKS Jampangtengah, Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah SDN 1 dan SDN 2 Bojonglopang, kemudian tokoh masyarakat lainnya.
Rencana regrouping antara dua Sekolah Dasar yang berada di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Kecamatan Jampangtengah kembali bergulir.
SDN 1 Bojonglopang serta SDN 2 Bojonglopang memang memiliki jarak sangat dekat berkisar 10 meter dan hanya terpisah pagar tembok, itu pun tidak seluruhnya terhalang, jarak inilah yang menjadi dasar kedua sekolah ini akan merger.
Dalam sambutannya Pengawas Tingkat SD Kecamatan Jampangtengah, Heni Mulyani, M.Pd., menyatakan bahwa tujuan merger kedua sekolah tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta mencapai efisiensi dan efektifitas, mengingat kedua sekolah memiliki jarak berdekatan bahkan berdampingan, selain sebagai dasar untuk pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.
Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi Yudi Cucu Supriyadi, S.Pd. M.M., menuturkan Regulasi Merger atau Regrouping adalah Permendikbud Nomor 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurut Yudi, di tingkat Nasional ada 20.000 sekolah harus merger dan regrouping, dengan dasar pertimbangan memiliki jumlah murid kurang dari 60 siswa, bagi sekolah dengan jumlah murid di bawah 60 selanjutnya akan berimbas dihilangkannya pemberian bantuan operasional. Terkecuali bagi sekolah dengan status sekolah terluar, terdepan dan tertinggal terlebih bila sudah mendapat program afirmasi, walau memiliki murid di bawah jumlah minimal akan tetap mendapat bantuan.
Yudi berharap dengan Program Merger kedua sekolah tersebut ke depan bisa menjadi sekolah unggulan di Kecamatan Jampangtengah, baik dari segi kualitas maupun dari sisi bangunan, jumlah serta SDM PTK dan sarana penunjang lainnya.
Lebih jauh Yudi memaparkan bahwa apabila terealisasi merger maka nama sekolah pun akan berubah sesuai dengan nomenklatur Desa, menjadi SDN Jampangtengah.
Sementara beberapa tokoh yang hadir pada kesempatan tersebut, secara umum memberikan apresiasi serta mendukung program merger tersebut.
Sekretaris Camat Jampangtengah, Isep Rachmat Syaeful, S.Pd., menyampaikan bahwa merger semenjak tahun 2010 sudah booming dan sangat mendukung, terlebih produk sekolah dari merger tadi akan diarahkan menjadi sekolah unggulan.
“Bukan masalah layak atau tidak layak, tapi saya yakin, Dinas Pendidikan memiliki konsep lain bagi kemajuan pendidikan Jampangtengah”, tutur Isep.
“Secara umum saya mendukung hanya harus diperhatikan semua proses perlu pengkajian serta sosialisasi yang maksimal”, pungkas Isep.
Selanjutnya ketua PGRI Cabang Jampangtengah, Supiandi, S.Pd. M.M., pun memberikan komentar,
“Yang terpenting jangan sampai ada pendidik dan tenaga pendidik yang tersisih dari dua sekolah akibat program merger ini”, ucap Supiandi.
“setuju sekali untuk program merger seperti ini, apalagi diproyeksikan menjadi sekolah unggulan, namun harus ada persiapan matang di segala bidang, kemudian mekanisme harus sesuai alur, begitu saja,” jelas Supiandi.
Senada demikian Ketua K3S Jampangtengah, Ujang Junaedi, S.Pd., Kepala Desa Jampangtengah, H. Agus Jayadi Ramli, S.Hut., Komite SDN 2 Bojonglopang. Maman Wikarman, S.Pd., Ketua Komite SDN 1 Bojonglopang, Yustika Permana, S.Ip. M.Si., serta tokoh masyarakat lain mendukung program regrouping atau merger kedua sekolah tersebut.
Tidak mudah untuk merealisasikan merger kedua sekolah, diperlukan pengkajian dan analisa secara khusus, paling tidak akan dapat terealisasi pada tahun 2021, kaitan pengeluaran SK oleh instansi terkait, terhalang beberapa aturan menjelang Pilkada.
Pengkajian dan analisis lebih lanjut akan terpusat pada beberapa hal, diantaranya profil sekolah, status tanah, luas tanah, pengkajian jumlah siswa, jumlah PTK serta operator sekolah.
Penulis: M. Robby
Editor: Yossy