Tuduhan yang tidak Relevan, Khaer Berikan Penjelasan status tanah Kas Desa Lembursawah

tanah kas DESA LEMBUR SAWAH - infokowasi info berita sukabumi update
Sukabumi, infokowasi.com – Polemik yang dipergunjingkan akan status hak dan kepemilikan juga sewa / kontrak tanah dimana adanya tuduhan aset tanah desa yang disewa oleh mantan Kades terdahulu dimana diatas tanahnya berdiri bangunan permanen, padahal aset tanah desa tersebut adalah aset tanah milik Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan yang berlokasi di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Penyewa lahan Khaer Suhermansyah ketika disambangi media infokowasi.com angkat bicara, Perlu diketahui kebenarannya bahwa Kepala Desa Lembursawah Hj. Eti, memang benar mengontrakan lahan tanah kas Desa, terkait tanah aset desa, Khaer mengatakan tanah tersebut memang disewakan, tahun ini sebesar Rp 2.000.000., dan pembayaranpun yang tahun ini diserahkan langsung ke Ibu Kades langsung, mengenai tanda terima dan sebagainya bukan wewenang saya, tandasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Permasalahan Bansos, Ini Langkah Pemerintah Desa Cijulang

Masih kata Khaer Suhermansyah yang juga kades Cijengkol dan duduk sebagai Dewan Penasehat Kowasi, yang mana bertindak sebagai penyewa lahan atau tanah aset desa yang dipergunjingkan menjelaskan, bahwa tanah tersebut benar adanya milik Desa Lembursawah, namun tidak semuanya, hanya yang 300 meter saja antara material dan rumah yang lama yang ada disitu.

Awal mulanya anggota lembaga karang taruna menumpang usaha ternak ayam tapi tidak lama, kurang lebih satu periode saja karena tidak berjalan, menurut pengakuan penyewa daripada tanah tersebut sia-sia atau tidak terpakai atau tidak ada pemasukan, untuk itu dibangunkan toko material (toko bangunan) dengan sewa tanah aset desa sebesar Rp 2.000.000, tanah aset desa yang disewa tersebut luasnya kurang lebih 300 meter’.

Aset desa yang berupa tanah dan / atau aset desa berupa bangunan harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib. Untuk lebih terperinci aturan tentang pengelolaan aset desa, tertuang di Permendagri nomor 1 tahun 2016,” Pungkasnya.

Baca Juga :  Kendaraan Wisata Dihalau Putar Balik

Khaer menjelaskan lebih lanjut, bahwa sewa lahan tanah kas desa merupakan bagian dari pada hal yg wajar dan tidak dipersalahkan oleh aturan, apalagi dalam rangka menunjang penguatan PAD desa. Maka dari itu menyewakan lahan/tanah kas desa sudah bukan lagi rahasia umum, dimanapun bagi desa-desa yang memiliki tanah kas desa ( Bengkok ) pastinya disewakan/dikontrakan demi untuk pendayagunaan lahan/tanah kas desa tersebut, jelasnya.

Sementara bangunan rumah yang permanen dipermasalahkan oleh segilintir orang adalah bangunan rumah/saung di belakang tanah kas desa, berdiri diatas tanah Hak milik peribadi yang diperoleh dari hasil pembelian dari seorang yg bernama USEP warga Cijnegkol dan ada AJB nya dan pembeli atas nama Fery putra Pak Hoer, imbuh Usep pemilik tanah awal kepada infokowasi.com.

Baca Juga :  Little Camping Ground : Curug Lodong Desa Jampangtengah

Laporan : Arab/Heri/Wahyu
Editor : Yossy

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here