Infokowasi.com – Warga Kampung Pasirsawo, Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda keresahan akibat pencemaran limbah industri. Sudah hampir lima tahun, masyarakat di sekitar Kampung Ciparai Kidul, RT 17/05, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan bau busuk menyengat dan masalah kesehatan berupa gatal-gatal yang diduga berasal dari limbah pabrik tahu dan tempe.
Keluhan ini mencuat dari berbagai pihak, termasuk warga Kampung Pasirsawo yang merasakan dampak langsung dari pencemaran tersebut.
Salah seorang warga, Hamdun, mengungkapkan penderitaan yang dialami masyarakat.

“Sudah lama kami mencium bau busuk dari air limbah ini, bahkan banyak yang merasakan gatal-gatal. Ikan-ikan di sungai pun banyak yang mati akibat terpapar limbah,” ujarnya dengan nada prihatin.
Dampak pencemaran ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga merusak ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.
Menanggapi keluhan serius dari masyarakat, Kepala Desa Ciparay, Asep Saepudin, yang akrab disapa Asep Vespa, bergerak cepat. Ia membenarkan keberadaan pabrik tahu dan tempe yang menjadi sumber masalah.
Asep S menyatakan bahwa aduan tidak hanya datang dari warganya sendiri, melainkan juga dari warga Desa Talagamurni yang berada di luar wilayahnya namun terdampak.
“Kami menerima keluhan dari warga, termasuk dari luar desa kami. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” tegas Asep.
Pada Senin, 22 September 2025, Kepala Desa Asep Saepudin langsung mengambil langkah-langkah koordinasi. Ia tidak hanya berkomunikasi dengan pemilik usaha pengolahan tahu dan tempe, tetapi juga berkoordinasi dengan instansi terkait.
Langkah ini diambil untuk menelusuri lokasi kegiatan pabrik yang diduga menjadi penyebab pencemaran limbah. Dalam upaya penelusuran ini, Kades Asep didampingi oleh anggota Polisi Pamong Praja (Pol-PP) dari Jampang Kulon.
Tindakan cepat Kepala Desa Ciparay ini diharapkan dapat segera menemukan solusi atas masalah pencemaran limbah yang telah lama meresahkan warga. Koordinasi lintas sektor dan peninjauan langsung ke lapangan merupakan langkah awal yang krusial untuk memastikan kepatuhan industri terhadap peraturan lingkungan dan menjamin kesehatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.(MYK)









