Infokowasi.com – Seorang petani warga kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi di duga ngamuk, pasal nya membeli pupuk menggunakan KTP tidak di layani hingga di kabarkan memperotes pemilik kios yang berada di desa Caringin wetan Kecamatan Caringin kabupaten Sukabumi,
Sebelumnya pemerintah telah mempermudah prosedur pembelian pupuk subsidi bagi petani, hanya cukup membawa KTP elektronik ke kios resmi pupuk bersubsidi untuk membeli pupuk yang mereka butuhkan.
Langkah ini diambil untuk memastikan petani dapat dengan mudah mengakses pupuk bersubsidi tanpa kesulitan., warga petani tersebut terdaftar atau tidak terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi, yang nama nya warga mengacu kepada aturan pemerintah telah menetapkan aturan baru yang membolehkan petani membeli pupuk bersubsidi menggunakan KTP.
Aturan ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2024, dan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 tahun 2024 dan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 249 tahun 2024. Petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) bisa membeli pupuk bersubsidi dengan menunjukkan KTP mereka di kios resmi.
Saat ini petani bisa membeli pupuk bersubsidi dengan hanya menunjukkan KTP. Sebelumnya, petani memerlukan Kartu Tani, namun kebijakan ini telah diubah untuk memudahkan akses pupuk subsidi.
Elaborasi:
Saat di mintai tanggapan H. Asep Saepudin warga dan petani yang diduga mengamuk di kios pupuk, menyampaikan, jadi begini program pemerintah beli pupuk sama kartu tani , udah tida berlaku lagi cukup beli pupuk pake KTP ternyata di kecamatan Caringin Kab Sukabumi di kios pupuk Sahabat Tani, KTP tida berlaku yang berlaku adalah KTP yangg pernah memiliki kartu tani ucapnya.
Otomatis dong saya jadi emosi, sebagai warga petani di NKRI asli pribumi, yang memiliki KTP , apakah tidak berhak, dan tidak boleh membeli pupuk sesuai aturan menggunakan KTP untuk kebutuhanan saya sebagai petani, dan meminta arahan harus bagai mana untuk mendapatkan pupuk ucap nya lagi , sementara pemilik kios pupuk tersebut belum sempat di lakukan konfirmasi. (Wahyu)









