Infokowasi.com – Di tengah derasnya arus komunikasi digital, kejahatan tak selalu datang dengan wajah yang mencurigakan. Terkadang, ia hadir melalui pesan singkat, nomor tak dikenal, bahkan dengan membawa nama pejabat pemerintah demi membangun kepercayaan dan memperdaya korbannya.
Masyarakat Kabupaten Sukabumi kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya peringatan mengenai dugaan modus penipuan yang mengatasnamakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman.
Peringatan tersebut disampaikan melalui sebuah poster imbauan yang mengajak masyarakat menjadi Smart Citizen atau warga cerdas, yang tidak mudah percaya terhadap informasi sebelum memastikan kebenarannya.
Dalam poster tersebut, nomor telepon +62 896-7532-6154 dicantumkan sebagai nomor yang perlu diwaspadai karena disebut mengatasnamakan Endang Suherman. Informasi ini menjadi pengingat bahwa pencatutan identitas pejabat dapat dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan, membuka celah penyalahgunaan, hingga berpotensi merugikan masyarakat.
Jangan Sampai Lepercayaan Berubah Menjadi Jebakan, Masyarakat diminta tidak lengah ketika menerima pesan, panggilan, maupun tautan dari nomor yang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan instansi pemerintah. Terlebih apabila komunikasi tersebut disertai permintaan uang, data pribadi, kode OTP, atau tindakan mendesak yang sulit dipertanggungjawabkan.
Satu pesan yang terlihat meyakinkan belum tentu benar. Sebuah nama yang dikenal pun tidak serta-merta menjamin bahwa pihak yang menghubungi benar-benar orang yang bersangkutan.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan verifikasi melalui saluran resmi sebelum menanggapi permintaan apa pun. Hindari mengeklik tautan mencurigakan, jangan memberikan informasi rahasia, dan jangan melakukan transfer uang sebelum identitas serta tujuan permintaan dipastikan kebenarannya.
Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada klarifikasi, kewaspadaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kelengahan sesaat dapat membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan kepercayaan orang lain.
Lindungi diri, jaga keluarga, dan selamatkan sesama dari ancaman penipuan digital. Jika menemukan komunikasi mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melakukan konfirmasi kepada instansi terkait serta melaporkannya melalui saluran pengaduan resmi.
Jangan biarkan nama pejabat menjadi alat untuk menjerat kepercayaan publik. Bersikap kritis bukan berarti berprasangka buruk, melainkan memastikan bahwa setiap informasi yang diterima benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Ingat, jangan terburu-buru percaya, jangan mudah terpancing, dan jangan bertindak sebelum melakukan verifikasi.
(ASR)









