infokowasi.com, Sukabumi – Seorang wanita setengah baya dengan status janda, Ibu Lusi mengaku berusia 55 tahun, memiliki lima orang anak, tiga diantaranya sudah berstatus berkeluarga.
Sementara dua menjadi tanggungan, satu diantaranya masih bersekolah di jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, sementara satu lagi sudah lulus Sekolah Menengah Kejuruan.
Perempuan yang sudah tidak bersuami lagi tersebut bertempat tinggal di Kampung Bojongjengkol RT 12 RW 04 Desa Bojongjengkol Kecamatan Jampangtengah.

Unik, Ibu Lusi mempunyai pekerjaan dan perusahaan sendiri, walau dirinya mengaku sering tersendat terkendala minimnya modal.
Usaha pembuatan Gaplek Singkong sudah ditekuninya selama lebih dari 10 tahun silam, menurutnya sudah tidak terhitung berapa kali jatuh bangun mengurus usahanya.
Bu Lusi melakukan pekerjaan seorang diri, dari pengolahan awal yaitu proses mengiris bahan baku singkong kemudian menjemur sampai kering, ketika hari tidak bersahabat terutama pada musim hujan, Lusi terpaksa harus memanggangnya menggunakan tungku berbahan baku kayu bakar.

Pekerjaan terakhirlah menurutnya paling berat, dimana harus memindahkan gaplek kering dalam satu karung berisi sekitar 40 sampai 50 Kilogram bahkan terkadang lebih, ke dalam gudang penyimpanan, disitulah baru Lusi membayar jasa orang lain untuk pengerjaan.
Dalam sehari Ibu Lusi bisa menyelesaikan pengirisan dan menjemur gaplek singkong dari sekitar 500 sampai 600 Kilogram singkong, jam kerja pun tidak terbatas terkadang dari pagi sampai larut malam.
Sementara hasil produksi bisa mencapai 8.000 Kilogram dalam satu kali pengiriman, hal luar biasa hasil produksi gaplek milik Ibu Lusi pemasarannya bisa sampai ke luar kabupaten, diantaranya Subang dan Purwakarta. Dengan harga penjualan Rp 1.700 ,00/ Kg dari harga bahan baku Rp 600,00/ Kg.
“kalau dihitung-hitung, keuntungannya tidak terlalu besar terkadang sangat minim, habis oleh biaya produksi,” ujar Ibu Lusi,
“yang penting bisa makan, dan biayai sekolah anak,” pungkas Lusi.
Lebih lanjut Lusi berharap pihak pemerintah bisa memberikan bantuan dalam bentuk permodalan usaha, karena selama ini menurutnya belum ada sentuhan bantuan dari pihak mana pun.
Laporan : Robi Sugara
Editor : Dadan Haekal









