3 Faktor yang Harus Dikuatkan dalam Pendidikan untuk Menghadapi Tahun Ajaran Baru

3 Faktor yang Harus Dikuatkan dalam Pendidikan untuk Menghadapi Tahun Ajaran Baru
Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd

Oleh: Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd.

Infokowasi.com – Menghadapi tahun ajaran baru pada masa covid-19, yang akan dimulai tanggal 13 Juli 2020 mendatang, kita seharusnya sudah bersiap.

Bagaimana tidak. Pembelajaran selama 3 bulan terakhir, dilaksanakan dalam suasana darurat, kepepet, cenderung dipaksakan. Guru dan siswa belum terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) moda daring atau semi daring. Akhirnya yg terjadi, pembelajaran tetap berlangsung jarak jauh tetapi efektivitasnya? Entahlah, toh masa darurat ini. Semua kebingungan.

Keadaan itu dapat dimaklumi, kita harus apresiasi pada guru-guru kita di lapangan. Sekuat tenaga mereka berusaha agar tidak menelantarkan anak.

Pandemi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda mereda. Sementara kita mengadapi tahun ajaran baru. Tetapi kemdikbud belum juga menyusun strategi pembelajaran yang adaptif, tetapi cukup efektif dilaksanakan pada masa work from home, study from home ini.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Juara MTQ Tingkat Kabupaten Sukabumi dari Jampangtengah

Setidaknya ada tiga hal yang harus dikuatkan, berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu.

1. Learning resources
Adalah sumber informasi, bahan belajar, materi pembelajaran yang harus dapat diakses siswa dan orang tua dengan mudah.
Kita kekurangan akses pada video pembelajaran, podcast, website, atau modul digital.
_(Bila teman-teman ada link sumber belajar, komen di bawah)_
Dalam bagian ini, yg tidak kalah pentingnya, kurikulum darurat harus segera dibahas dan dirumuskan.

2. Human resources
Adalah manusia pelaku pendidikan, yaitu orang tua, guru & kepala sekolah, dan masyarakat.
Pada masa ini yang paling berperan dalam keberhasilan pembelajaran adalah orang tua. Mereka adalah kepanjangan tangan guru. Tanpa bantuan orang tua, PJJ akan tidak efektif. Maka dari itu perlu panduan bagi orang tua dalam melaksanakan pembelajaran di rumah.
Guru perlu dibekali dengan keterampilan baru tentang mencari & menggunakan online resources, mengelola pembelajaran jarak jauh, dan menciptakan online resources. Peran KKG/MGMP menjadi sangat penting di sini.
Masyarakat pun perlu mendukung dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, dan suasana yg mendukung pembelajaran. Misalnya membuat aturan jam belajar dimasyarakat.

Baca Juga :  Ikuti Jadwal Nasional, Pemkab Sukabumi PSBB 9 Hari

3. Tool for learning
Adalah alat untuk membantu lancarnya proses PJJ. Pemilihan alat yang tepat dapat membuat pembelajaran lebih efisien.
Beberapa guru melakukan usaha kunjungan ke rumah siswa, menyebarkan worksheet, ujian di rumah gurunya, dll. Ini bukti bahwa kita tidak punya tool yang dapat mengatasi hambatan itu tadi.
Sebagian besar guru menggunakan aplikasi whatsapp untuk PJJ. Bagus pada masa darurat, tetapi untuk jangka panjang? No!

WA itu aplikasi chating bukan LMS.
Kita perlu tool yang fleksibel dan efisien. Mungkin aplikasi yg seperti gabungan antara google classroom, quizziz dan zoom yang sudah terinstall dalam tablet bantuan pemerintah untuk anak-anak.

Baca Juga :  Menu Sahur : Resep Tumis Pokcoy Bawang Putih

Editor : WD

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here