SUKABUMI, INFOKOWASI.COM-
Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.
Warga Masyarakat kampung Kebon Kalapa Desa Limus Nunggal kecamatan Bantar Gadung Sangat mendambakan Pendidikan yang merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat, karerna pendidikan juga sebagai langkah penting untuk membawa kehidupan menjadi lebih baik, seperti hal nya SMP SMA PGRI Bantar Gadung, yang posisinya berada di peloksok , tepatnya di Kampung Kebon Kalapa Bojong Soka Desa Limusnunggal, yang jauh dari pusat keramaian
Menurut warga kehadiran sekolah tersebut merupakan dambaan masyarakat setempat, karena susahnya, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan itu harus menempuh puluhan kilo meter untuk menuju pusat pendikan , dengan berdirinya sekolah PGRI tersebut tentunya menjadi harapan warga masyarakat setempat kata H.Muslihat yang mengaku warga Bojong Soka kepada awak media pada selasa 11/07/2023,
Sementara H.Asep Saepudin SAg sebagai pendiri SMP SMA PGRI tersebut saat di temui membenarkan, dalam peroses pendirian sekolah PGRI itu sangat rumit, hanya menurutnya itu tuntutan warga saja, hingga saat ini Alhamdulilah sudah bisa menjawab harapan masyarakat,
Dikatakan H.Asep, tidak hanya sampai di situ saja , pihaknya juga ikut terlibat dalam pengawasan , bahkan pernah menyampaikan ke masyarakat siapapun yang akan menghalangi kemajuan pendidikan dia siap untuk bertindak tegas ucapnya,
Dikatakannya lagi dalam pengelolaan adrimistrasi pun bliau sangat mengingatkan apalagi keuangan, jangan sampai terulang yang kedua kali setelah pasca oknum kepala sekolah bermasalah, yang di duga pernah menggelapkan uang sekolah hingga berakhir di keluarkan,
” Iya kami sangat ketat, karena semua yang bertanggung jawab untuk SMP SMA PGRI ini , Alhamdulilah Yayasan masih mempercayai kita, tidak hanya itu pengawasan BOS pengawasan PIP kami terus melakukan upaya pemantauan, agar tercipta suasana aman nyaman dan kondusif”, Ungkaonya. H.Asep Saepudin yang juga salah seorang Dewan Penasehat Komunitas Wartawan Sukahumi (Kowasi).||Rd||









