Infokowasi.com – Ancaman keselamatan akibat pohon tumbang membutuhkan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi risiko yang lebih besar bagi masyarakat. Di tengah kondisi malam dengan pencahayaan terbatas, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi tetap bergerak melakukan evakuasi pohon randu yang tumbang di Jalan Gunung Sumping, Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (5/11/2026).
Pohon dengan perkiraan ketinggian mencapai 15 meter tersebut sempat menutupi area sekitar lokasi dengan material batang, ranting, dan dedaunan. Kondisi itu membuat lingkungan sekitar membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan warga maupun menghambat aktivitas pengguna jalan.
Merespons laporan kejadian, personel Damkarmat Kabupaten Sukabumi bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Tantangan di lapangan tidak ringan. Minimnya penerangan serta banyaknya material pohon yang berserakan menuntut petugas bekerja ekstra hati-hati dalam proses evakuasi.
Dengan mengutamakan keselamatan, petugas melakukan pembersihan dan pemindahan material pohon tumbang secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan kondisi lingkungan agar lebih aman serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, yang akrab disapa Tangsoet, menjelaskan bahwa penanganan pohon tumbang merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan kedaruratan yang harus diberikan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, setiap kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan warga memerlukan respons terukur. Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari upaya meminimalkan risiko sekaligus memastikan lingkungan masyarakat kembali dalam kondisi aman.
“Penanganan tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Tangsoet menegaskan, Damkarmat Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan dan kondisi darurat lainnya.
Ia juga menilai koordinasi antara petugas, unsur terkait, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat respons terhadap kejadian di lapangan. Kerja sama yang baik akan membantu mempercepat penanganan sekaligus mengurangi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.
“Sinergi antara petugas, unsur terkait, dan masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sukabumi,” sambungnya.
Di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem, masyarakat juga diingatkan agar tidak mengabaikan kondisi pohon-pohon yang berada di sekitar rumah maupun jalur aktivitas warga. Pohon yang telah rapuh, miring, atau memiliki cabang besar berisiko tumbang ketika diterpa hujan deras dan angin kencang.
Tangsoet mengimbau warga agar segera menyampaikan laporan apabila menemukan pohon tumbang maupun situasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Apabila menemukan kejadian pohon tumbang atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bahaya, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas terkait agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur dan kebutuhan di lapangan,” harapnya.
Respons Damkarmat di Citepus menjadi gambaran bahwa tugas penyelamatan tidak mengenal batas waktu. Siang maupun malam, kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dengan semangat “Sigap, Tanggap, dan Profesional dalam Pelayanan kepada Masyarakat,” Damkarmat Kabupaten Sukabumi terus memperkuat perannya sebagai garda pelayanan kedaruratan dan penyelamatan bagi warga.
(ASR)









