Infokowasi.com – (Pantai Palampang, Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark) Ciletuh, dalam rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan ini hasil inisiasi kolaboratif antara Badan Pengelola Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), Dinas pariwisata dan Dinas lingkungan hidup menggelar aksi nyata melalui kegiatan Beach Clean Up yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu, pekan lalu di Pantai Palampang, kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kegiatan ini mengusung semangat peduli lingkungan sekaligus menjadi momen untuk mempercepat pemulihan pariwisata kawasan setelah sempat terdampak bencana alam.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp, Aat Suwanto, yang menegaskan bahwa kebersihan pantai adalah cermin kepedulian bersama terhadap lingkungan dan keberlanjutan kawasan geopark.
“Melalui kegiatan Beach Clean Up ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas saja, tetapi seluruh masyarakat, wisatawan, hingga pelaku usaha di kawasan ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Prasetyo, A.P., M.Si., turut menghadiri acara ini dan memberikan tanggapan positip. Dalam tanggapannya, dirinya menekankan bahwa momentum HPSN harus dimanfaatkan sebagai refleksi bersama tentang bagaimana sampah yang tidak terkelola akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan perekonomian daerah. “Sampah di kawasan wisata pesisir bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencemari ekosistem laut, mengancam biota, hingga menurunkan minat wisatawan berkunjung. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat perlu terus didorong,” ujar Prasetyo.
Kegiatan Beach Clean Up Palampang ini dilaksanakan dengan beberapa maksud dan tujuan utama, di antaranya:
• Menjaga kelestarian lingkungan pesisir di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Sukabumi.
• Mempercepat pemulihan sektor pariwisata yang terdampak bencana, dengan mengembalikan kebersihan dan estetika pantai sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.
• Mengedukasi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan wisata. (Robi)









