Infokowasi.com – Dua ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri Nyenang Nagrak ambruk usai diguyur hujan diduga kontruksi bangunan tidak mampu menahan beban atap.
Edi Junaedi, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri Nyenang menyatakan bahwa bangunan sekolah yang roboh terjadi pada bangunan utuh yang dipakai kegiatan kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Menurut Edi dua lokal ruangan yang roboh diduga akibat hujan terus menerus disertai angin kencang, sementara posisi bangunan sendiri terletak diatas bukit (punclut).
Bangunan roboh terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Sementara dua ruang kelas bangunan sekolah lainnya yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya justru tidak roboh, malah bangunan yang utuh yang roboh, tandas Edi.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepihak Pemerintah Desa, Kecamatan, PGRI, dan Dinas Pendidikan. Mudah-mudahan ada penangan secepatnya,” ungkap Edi.
Sementara Yaman salah seorang warga setempat membenarkan kejadian tersebut, dan saat ini semua pihak terkait sedang berkoordinasi dan meninjau lokasi kejadian.
Dilain pihak, Kepala Desa Kalaparea Heri Kurniawan mengaku sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut, pihaknya meninjau langsung lokasi untuk melakukan monitoring dan pemantauan.
“Kejadian tepatnya di SD Negeri Nyenang Kampung Bojonghonje RT 1 RW 4, dua ruang roboh, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucap Heri.
“Bangunan SDN Nyenang terdiri dari 8 kelas, 2 sudah rusak dari awal, sekarang, justru dua kelas yang utuh, malah roboh,” imbuh Heri.
Heri berharap pihak terkait segera merespon kejadian tersebut dan memperbaiki ruangan yang rusak untuk memperlancar KBM usai libur lebaran nanti. (Robi)









