Infokowasi.com – Jembatan Leuwidingding terletak di Kp. Leuwidingding, penghubung Kp. Leuwidingding Desa Tanjungsari dengan Kp. Kebonjati Desa Sirnaresmi sudah lama tidak berfungsi. Jembatan ini penghubung dan menjadi akses penting warga antara Desa Tanjungsari Kec. Jampangtengah, Kec. Nyalindung, Desa Sirnaresmi Kec. Gunungguruh, dan Desa Parakanlima Kec. Cikembar.
Jembatan ini roboh pada Minggu, 28 Desember 2025 sekira pukul 22.10 WIB akibat banjir dan luapan air Sungai Cimandiri, hingga kini belum ada sentuhan maksimal dari pihak terkait.
Sementara ini, warga terdampak yang beraktifitas menyebrangi sungai menggunakan perahu karet bantuan dari BPBD Kabupaten Sukabumi.
Menurut Hamiman Juanda, S.Pd.I selaku warga setempat sekaligus tenaga pengajar di SDN Leuwidingding beberapa waktu lalu operator penyebrangan tim BPBD memberikan pelatihan kepada relawan dari Kp. Leuwidingding agar mampu mengoperasikan perahu dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.
Perahu karet tersebut mampu mengangkut 4 sampai 6 orang ditambah 1 orang operator, namun yang disarankan hanya 4 orang, mengingat pelampung APD hanya ada 4.
Penggunaan perahu karet pun mempertimbangkan debit air sungai, jika di hulu terjadi hujan, maka perahu tidak dipergunakan. Jam operasional perahu karet berkisar dari pukul 05.30 sampai 18.00 WIB.

Perahu karet ini sangat membantu aktivitas warga terutama para pelajar, guru di SDN leuwidingding, karyawan pabrik, pedagang, petani dan warga sekitar yang mobilitas kesehariannya biasa menggunakan jembatan tersebut.
Warga sekitar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait agar jembatan Leuwidingding secepatnya dapat dibangun kembali dengan kapasitas lebih baik, lebar minimal 2 meter beban 6 ton agar mobil kecil bisa melewati jembatan.
Hal tersebut untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan seperti mobil ambulance, dan angkutan hasil pertanian skala kecil. RS









