Bank Sampah Pepeling Penduduk Peduli Lingkungan, Susur Lingkungan Desa Ciparay Dalam Rangka HPSN

Laporan : My.Kuncir (Korlip Jampang)

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Sampah dapat menjadi bahan baku ekonomi di masa pandemi. selogan ini memang tidak populer tapi bisa menjadi solusi awalnya usaha daur ulang. Seperti yang dilakukan Para penggiat lingkungan di kampung Desa Ciaparay Kecamatan Jampang kulon yang sedang mengisi. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

Kali ini kegiatan Susur Lingkungan yang di inisiasi oleh Bank Sampah Pepeling (Penduduk Peduli Lingkungan)

Susur lingkungan di adakan di 4 empat kedusunan 31 (tiga puluh) satu Rukun Tetangga tersebut di hadiri Kades Ciparay, Unsur Lembaga Desa Ciparay, OKP GOIB, Para Pengurus bank sampah dan rumah zakat. Pada Hari Minggu 21/2/2021.

Menurut Kepala Desa Ciparay Asep. Dipuncak acara HPSN yang di laksanakan bersama para aktivis bank sampah Pepeling melakukan susur sampah di wilayah 4 kedusunan salah satu nya ci garogol, Cibinong, Gandasoli dan Ciparay.

Baca Juga :  Soal UU Jaminan Produk Halal, Wapres Minta DPD RI Mediasi MUI dengan BPJPH

Kades Asep menyampaikan, kegiatan yg pertama Kali ini kita mengajak dan mengedukasi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat satu melakukan kesamaan gerak bersama LKD(lembaga kemasyarakan desa ), yang di dukung oleh seluruh pihak Muspika kecamatan Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi Jawabarat.

– Pertama kita akan lakukan gerakan bersih-bersih masal lingkungan.
– Kedua pemanfaatan sampah organik rumah tangga untuk pembuatan pupuk cair dan kompos.
– Ketiga Pemanfatan sampah organik untuk kerajian tangan (home industri. Dengan adanya bank Sampah DI HARAPKAN kedepannya Sampah bisa bernilai rupiah.

DEDI SETIAWAN k etua pengelola bang sampah PEPELING (penduduk peduli lingkungan) yang lahir Desember 2020 lalu, menyampaikan pada infokowasi.com.
Kehadiran bang sampah hingga Saat ini telah melahirkan 3. Program dalam Misi dan visi. Lembaga yg di pimpin nya .Salah satunya:
– Bank sampah yang beri nama PEPELING( Penduduk Peduli Lingkungan) yang melibatkan seluruh elemen Masyarakat di dalam, seperti LKD Desa ciparay ormas Goib KPLHI dll.
– Edukasi tentang sampah hingga kegiatan bebas sampah dapat terwujud di desa Ciparay kecamatan Jampang kulon.
– Ke tiga Sampah organik dapat di olah bisa membantu untuk mendongkrak perekonomian rumahan, dan sampah dapat menjadi bahan baku dimasa pandemi, pungkas Dedi

Baca Juga :  Realisasikan Anggaran Bantuan Provinsi, Desa Sindangresmi Rabat Beton Jalan Pojok Kaso

Ditempat terpisah Ketua Komite Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) DPW Sukabumi di temui awak media di sekretariat jalan Sriwedari Kota Sukabumi, Karim Ruspiandi  mengatakan, saya bangga terhadap kang Dedi Setiawan sebagai Kader KPLHI Sukabumi yg telah melakukan kegiatan mulya ini  menjalin terus dalam berkomunikasi dengan masyarakat bahwa :
“Dengan memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah,” ucapnya.

Dengan begitu sambung Karim ini akan memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Baca Juga :  Lawan Covid-19, Desa Girijaya Bekali 35 Set APD untuk 31 RT

Lebih lanjut Karim menjelaskan,  ini akan memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

KPLHI berharap sebagai bentuk pendorong pertumbuhan perekonomian Sukabumi dan sekaligus sebagai perwujudan dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui pelaksanaan ekonomi sirkuler (circular economy) dan sampah menjadi sumber energi.” tandasnya.

RED

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here