Infokowasi.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan advokasi program ketahanan keluarga anti narkoba berbasis sumber daya pembangunan desa, kegiatan ini bertempat di Aula Desa Loji Kecamatan Simpenan Rabu 22 Mei 2024 pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.
Pelaksanaan kegiatan bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Sukabumi pada kegiatan tersebut menghadirkan sebanyak 12 peserta undangan diantaranya Camat Simpenan, Kasi Trantib, Kepala Puskesmas, Babinkantibmas, Babinsa, Pendamping Desa, Kepala Dusun se-Desa Loji, 2 Ketua RT dan RW 16, SATGAS Anti Narkoba Desa Loji. Sementara narasumber berasal dari bidang rehabilitasi BNN Kabupaten Sukabumi Bangbang Sutejo, S.Km, Satuan Narkoba Polres Sukabumi AIPTU Deby, Penyidik Sat Reserse Narkoba Polres Sukabumi, bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat desa Devi Deviana dari DPMD Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala BNN Kabupaten Sukabumi Sudirman, S. Ag., M. Si., menurutnya tidak ada satu desa atau pun kelurahan di kabupaten dan kota yang bebas dari narkoba. Penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi kelangsungan negara. Maka penyalah gunaan narkoba merupakan kejahatan yang masuk dalam extra ordinary atau kejahatan luar biasa.
Penyebabnya dan dampak yang ditimbulkan begitu luar biasa, baik dari aspek kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi, dampaknya bisa mengakibatkan lost generation.
Sudirman memaparkan lebih lanjut bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut Presiden Joko Widodo sudah melakukan rapat terbatas untuk membahas
kondisi terkini mengenai maraknya penggunaan dan peredaran narkoba, beliau menegaskan keluarga adalah garda terdepan dalam mewujudkan SDM yang unggul. Keluarga menjadi benteng terdepan dalam memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, tujuannya guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi Indonesia bersih dari segala jenis narkoba.
Sudirman berharap semua peserta bisa mendapatkan bekal dan pengetahuan dalam upaya menanggulangi ancaman bahaya narkoba, kegiatan ini fokus pada pelaksanaan IBM di setiap desa karena para penggiat IBM adalah garda terdepan yang bisa memberikan penanganan awal terhadap penyalahgunaan narkoba, diharapkan para penggiat IBM dan elemen masyarakat bisa memegang peranan penting dalam melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).
Oleh sebab itu setiap perangkat daerah termasuk jajaran kewilayahan dan masyarakat harus mengoptimalkan sumber daya desa atau kelurahan, supaya masyarakat bisa cepat tanggap terhadap ancaman narkoba pungkasnya.
Alek Purnama









