Beranda SUKABUMI BPBD: Dua Kejadian Bencana Hari ini Titik Baru Pergerakan Tanah Nyalindung Serta...

BPBD: Dua Kejadian Bencana Hari ini Titik Baru Pergerakan Tanah Nyalindung Serta Longsor Simpenan

Laporan : Robbi/Wahyu

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Dua Kejadian bencana alam yang dirilis BPBD Kabupaten Sukabumi perhari ini yaitu pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Nyalindung serta kejadian tanah longsor di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.

Hari ini, Rabu, 23 Desember 2020, pukul 15.00 WIB titik bencana pergerakan tanah kembali ditemukan tepatnya berlokasi di Kampung Panaruban RT 03 RW 05 Desa Mekarsari Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

Menurut penuturan Plt. Kabid Kedaruratan dan logistik sekaligus Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, H. Eka Widiaman , SKM bahwa kejadian merupakan dampak hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah Nyalindung.

“curahan hujan menyebabkan pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Panaruban, sebenarnya kejadian pergerakan tanah disini pernah terjadi tahun 2019 yang mengakibatkan satu unit rumah terdampak terbawa amblas”, ucap Eka.

“dan hari ini kembali amblas serta menyebabkan retakan baru dengan lebar 30 cm dan panjang 50 meter, yang mengkhawatirkan diatas retakan tersebut terdapat pemukiman padat penduduk”, tandas Eka.

Lebih lanjut Eka menjelaskan bahwa lokasi pergerakan tanah ini berada pada garis bentangan sesar Cimandiri.
Sementara dari kejadian pergerakan tanah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Bencana berikutnya yang terjadi dihari yang sama yaitu kejadian tanah longsor berlokasi di Kampung Cimapag RT 018 RW 012 Desa Loji Kecamatan Simpenan.
Eka menjelaskan material longsoran yang terdiri dari tanah dan batuan dari tebing menutupi jalur jalan utama Simpenan- Kiara Dua.

“dua kali longsoran yang terjadi yaitu pukul 15.00 dan pukul 16.00 WIB menyebabkan ruas jalan tertimbun dengan ketebalan 5 meter dan panjang longsoran mencapai 25 meter”, tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi.
“otomatis menutup akses jalan roda dua dan roda empat tidak bisa lewat”, jelas Eka.

Beruntung longsoran tebing tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, namun untuk menormalisasi fungsi jalan diperlukan bantuan alat berat.

Lebih lanjut Eka menjelaskan bahwa BPBD untuk menangani dua kejadian bencana alam tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi baik dengan Muspika serta pemerintahan setempat maupun dengan instansi terkait.

RED

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakPemprov Jabar Dan Pemkab Sukabumi Kuatkan Komitmen Pemekaran
Artikulli tjetërBaligo KTS Anti Pungli Pencaker Terpasang Di PT.CDB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini