Sukabumi, Infokowasi.com – Sebuah kejadian cukup mengejutkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah. Proses pemulasaraan jenazah yang diduga meninggal akibat COVID-19, membuat warga bertanya-tanya, seorang yang meninggal Bunga (samaran – Red) dikebumikan sesuai SOP penanganan korban positif Corona, setelah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sekarwangi Cibadak, Senin malam.

H. Harun Alrasyid, S.KM. M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, ketika menemui keluarga korban menyatakan bahwa Bunga (samaran – red) merupakan korban bukan meninggal karena Virus Corona, Ia meninggal karena penyebab penyakit lainnya, yaitu terendamnya paru, kemudian komplikasi dengan penyakit lambung dan terdata lima penyakit lainnya, sesuai hasil Rontgen dan USG, di RSUD SEKARWANGI, hanya saja berdasar atas RAPID Test maka dilakukanlah prosedur penanganan dan pemulasaraan harus sesuai SOP penanganan COVID-19. Beliau menguatkan kepada warga sekitar untuk tidak panik, karena ini sifatnya jaga-jaga, untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

dr. Risdi Pramesta ketua Satgas Covid-19 kecamatan menjelaskan pula bahwa memang ini kejadian luar biasa yang terjadi di Wilayah Jampangtengah, namun Risdi pun memaparkan bahwa masyarakat dan keluarga tidak perlu resah dan takut, menurutnya pemakaman hanya bersifat antisifasi karena secara umum pasien tersebut belum bisa dinyatakan positif Corona melalui data hasil RAPID TEST saja ujarnya, terlebih lagi memang pasien tersebut memiliki riwayat panjang perawatan medis baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Daerah, tuturnya.
Sementara pihak keluarga mengharapkan kepada pihak berwenang untuk membantu menjelaskan kepada warga sekitar mengingat kejadian tersebut sudah viral baik di grup WA maupun Facebook.
Laporan : Robi Sugara
Editor : Wandi









