Diduga Meninggal karena COVID–19 Pemulasaraan Sesuai SOP

Di Duga Meninggal karena COVID–19 Pemulasaraan Sesuai SOP

Sukabumi, Infokowasi.com – Sebuah kejadian cukup mengejutkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah. Proses pemulasaraan jenazah yang diduga meninggal akibat COVID-19, membuat warga bertanya-tanya, seorang yang meninggal Bunga (samaran – Red) dikebumikan sesuai SOP penanganan korban positif Corona, setelah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sekarwangi Cibadak, Senin malam.

Di Duga Meninggal karena COVID–19 Pemulasaraan Sesuai SOP
H. Harun Alrasyid, S.KM. M.Si, kadis kesehatan Kabupaten sukabumi ketika melayat dan memberikan sosialisasi kepada warga, di dampingi ketua BPD

H. Harun Alrasyid, S.KM. M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, ketika menemui keluarga korban menyatakan bahwa Bunga (samaran – red) merupakan korban bukan meninggal karena Virus Corona, Ia meninggal karena penyebab penyakit lainnya, yaitu terendamnya paru, kemudian komplikasi dengan penyakit lambung dan terdata lima penyakit lainnya, sesuai hasil Rontgen dan USG, di RSUD SEKARWANGI, hanya saja berdasar atas RAPID Test maka dilakukanlah prosedur penanganan dan pemulasaraan harus sesuai SOP penanganan COVID-19. Beliau menguatkan kepada warga sekitar untuk tidak panik, karena ini sifatnya jaga-jaga, untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Sinergi Bersama Membangun Negeri HUT YASRI KE-XIII, Berikan Manfaat Bagi Jompo Dan Yatim Piatu
Di Duga Meninggal karena COVID–19 Pemulasaraan Sesuai SOP
dr. Risdi Pramesta ketua tim satgas penanggulangan covid 19 kecamatan jampangtengah

dr. Risdi Pramesta ketua Satgas Covid-19 kecamatan menjelaskan pula bahwa memang ini kejadian luar biasa yang terjadi di Wilayah Jampangtengah, namun Risdi pun memaparkan bahwa masyarakat dan keluarga tidak perlu resah dan takut, menurutnya pemakaman hanya bersifat antisifasi karena secara umum pasien tersebut belum bisa dinyatakan positif Corona melalui data hasil RAPID TEST saja ujarnya, terlebih lagi memang pasien tersebut memiliki riwayat panjang perawatan medis baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Daerah, tuturnya.

Sementara pihak keluarga mengharapkan kepada pihak berwenang untuk membantu menjelaskan kepada warga sekitar mengingat kejadian tersebut sudah viral baik di grup WA maupun Facebook.

Baca Juga :  Ketua LSM Dampal Jurig Ontrog Kantor Bawaslu Kedua Kalinya Terkait Penurunan Baliho

Laporan : Robi Sugara
Editor : Wandi

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here