Infokowasi.com – Rabu 29 Januari 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Genta Pangan Mandiri (GPM) Kecamatan Cisolok menggelar pertemuan penting guna memperkuat sinergi antara pengurus kecamatan, koordinator desa (Kordes), serta koordinator dusun (Kordus). Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Sukabumi Raya, Erwin Hasanuddin, SE, serta Bendahara Umum Djody Dermawan, yang turut memberikan arahan strategis bagi pengembangan sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.
Pertemuan ini atas inisiasi Anton, Ketua KSB GPM Kecamatan Cisolok, serta H. Atin Hidayat, yang bertindak sebagai sekretaris. Turut hadir Abah Bima, petani cabai dari Kordes Gunung Karamat, dan H. Empang, seorang pengusaha lokal di bidang pertanian Cisolok, yang memberikan pandangan mengenai prospek pengembangan pertanian di daerah ini.
Konsolidasi dan Penguatan Organisasi
Dalam sesi awal pertemuan, dilakukan konsolidasi antara pengurus KSB Kecamatan Cisolok dengan Kordes dan Kordus guna memperkuat struktur organisasi. Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program GPM dapat berjalan secara efektif hingga ke tingkat desa dan dusun.
Ketua DPD GPM Sukabumi Raya, Erwin Hasanuddin, SE, menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada kerja sama yang solid antara pengurus di berbagai tingkatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki strategi yang jelas dalam mendukung program ketahanan pangan. Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KSB Kecamatan Cisolok, Anton, menekankan pentingnya kerja sama antara petani dan pengusaha lokal guna menciptakan ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Kami akan mempercepat pendataan mitra tani dan memastikan mereka mendapatkan akses terhadap sumber daya yang disediakan oleh GPM. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami optimistis program ini dapat berjalan dengan baik,” kata Anton.
Sekretaris KSB, H. Atin Hidayat, menambahkan bahwa selain konsolidasi organisasi, pihaknya juga akan memperkuat sistem pendampingan bagi petani agar lebih siap dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
Pemaparan Regulasi dan Peran Pengusaha Lokal
Selanjutnya, pertemuan ini membahas regulasi Genta Pangan Mandiri Sukabumi Raya, yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program di bidang pertanian dan peternakan. Regulasi ini mencakup kebijakan teknis mengenai sistem tanam, pendanaan, hingga mekanisme distribusi hasil panen.
Sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi tersebut, sejumlah pengusaha lokal turut hadir untuk memaparkan rencana tindak lanjut dalam mendukung berbagai program pertanian, di antaranya:
1. Penanaman Padi – Fokus pada penggunaan benih unggul serta penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil panen.
2. Penanaman Cabai – Pengembangan budidaya cabai dengan sistem yang lebih efisien guna memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional.
3. Penanaman Pohon Pisang – Pemanfaatan lahan yang kurang produktif untuk budidaya pisang sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
4. Ternak Domba dan Ayam – Penguatan sektor peternakan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi petani, dengan skema kemitraan yang menguntungkan.
H. Empang, seorang pengusaha lokal di bidang pertanian, menegaskan bahwa kemitraan antara petani dan pengusaha harus berjalan selaras agar produktivitas dapat terus meningkat.
“Kami siap mendukung petani dengan modal usaha dan akses pasar yang lebih luas. Tantangan utama saat ini adalah memastikan bahwa hasil pertanian bisa terserap dengan harga yang kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, Abah Bima, petani cabai dari Kordes Gunung Karamat, berharap ada sistem pendampingan yang lebih intensif agar petani cabai bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Budidaya cabai ini memiliki potensi besar, tetapi kami butuh dukungan dari sisi teknologi pertanian dan pemasaran. Jika program ini berjalan dengan baik, hasilnya bisa sangat menguntungkan,” kata Abah Bima.
Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan
Dengan adanya konsolidasi ini, GPM Kecamatan Cisolok optimistis bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara petani, pengusaha, dan pemerintah desa menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kami akan terus mengawal implementasi regulasi agar setiap program dapat berjalan dengan maksimal,” tutup Erwin Hasanuddin, SE.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk mempercepat implementasi program dan mengoptimalkan pendampingan kepada petani serta peternak agar hasil produksi semakin meningkat. (Mykuncir)









