Beranda Rubrik Hari Inovasi Indonesia 2026, DPPKB Kabupaten Sukabumi Hadirkan Terobosan Layanan Keluarga dan...

Hari Inovasi Indonesia 2026, DPPKB Kabupaten Sukabumi Hadirkan Terobosan Layanan Keluarga dan Percepatan Penurunan Stunting

Infokowasi.com — Membangun keluarga berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar program pelayanan. Diperlukan inovasi, pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta kolaborasi berbagai pihak agar setiap keluarga memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, mandiri, dan sejahtera.

Semangat tersebut menjadi bagian dari langkah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat pembangunan keluarga. Bertepatan dengan peringatan Hari Inovasi Indonesia setiap 1 November, berbagai terobosan di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan percepatan penurunan stunting menjadi wujud pentingnya pembaruan pelayanan publik.

Melalui program Bangga Kencana, DPPKB Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas keluarga melalui pelayanan keluarga berencana yang semakin mudah dijangkau. Berbagai metode kontrasepsi, mulai dari MOW, MOP, implan hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), menjadi bagian dari upaya memberikan pilihan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pendekatan jemput bola juga menjadi strategi untuk mendekatkan layanan kepada keluarga, sehingga akses terhadap informasi, konsultasi, dan pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pada sektor kesehatan keluarga, perhatian besar diberikan terhadap percepatan penurunan stunting melalui penguatan delapan aksi konvergensi. Berbagai gerakan kolaboratif terus didorong, termasuk program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting/Generasi Penting), serta sinergi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui kelompok sasaran 3B.

Selain itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga mendapat perhatian melalui gerakan seperti GAMAS, GEMAR, dan GATI. Pendekatan ini menegaskan bahwa membangun keluarga sehat bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan membutuhkan kehadiran dan keterlibatan seluruh anggota keluarga.

Inovasi juga merambah pada pengelolaan data kependudukan dan keluarga. Pemanfaatan sistem digital seperti SIGA dan SIRIKA menjadi bagian dari upaya memperkuat pemutakhiran serta pelaporan data. Ketersediaan informasi yang lebih terstruktur diharapkan dapat mendukung perencanaan program agar semakin tepat sasaran.

Sementara itu, pembentukan karakter generasi muda turut diperkuat melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program edukasi kependudukan dan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah menjadi sarana membekali remaja dengan pengetahuan yang benar dalam mempersiapkan masa depan. Kegiatan Jumbara SSK juga menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kepedulian generasi muda terhadap persoalan kependudukan.

Tidak hanya mengandalkan pelayanan di kantor pemerintahan, DPPKB Kabupaten Sukabumi juga memanfaatkan berbagai momentum kegiatan daerah, termasuk Sukabumi Expo, sebagai sarana mendekatkan informasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian upaya tersebut menunjukkan bahwa inovasi dalam pembangunan keluarga harus hadir melalui pelayanan yang mudah diakses, edukasi yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama lintas sektor.

Momentum Hari Inovasi Indonesia 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan daerah turut ditentukan oleh kualitas keluarga hari ini. Dengan keluarga yang sehat, pola pengasuhan yang baik, serta generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi masa depan, fondasi pembangunan Kabupaten Sukabumi dapat semakin kuat.

Inovasi dimulai dari keluarga. Dari pelayanan yang semakin dekat, pencegahan stunting yang semakin terarah, hingga penguatan peran orang tua, DPPKB Kabupaten Sukabumi terus mendorong terwujudnya keluarga berkualitas menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakHari Inovasi Indonesia 2026, DP3A Kabupaten Sukabumi Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lewat Terobosan Program
Artikulli tjetërHari Inovasi Indonesia 2026, DPKP Kabupaten Sukabumi Perkuat Edukasi APAR, Masyarakat Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran