Indonesia Butuh Anak Muda Bersama KPK Memberantas Korupsi

Indonesia Butuh Anak Muda Bersama KPK Memberantas Korupsi
Indonesia Butuh Anak Muda Bersama KPK Memberantas Korupsi

Jakarta, infokowasi.com – Memberantas korupsi di Indonesia menjadi tanggungjawab setiap elemen masyarakat khususnya kaum muda yang merupakan generasi penerus. Notabene bukan hanya menjadi tanggungjawab aparat penegak hukum saja.

Dalam pemberantasan korupsi, ada tiga aspek yang mesti dilakukan, dan mestinya melibatkan pemuda didalamnya. Pertama adalah penindakan, kedua adalah pencegahan, dan yang ketiga adalah pendidikan. Ketiga aspek pemberantasan korupsi tersebut wajib berjalan selaras untuk meraih hasil yang optimal. Keselarasan ketiga aspek itulah harus dilandasi oleh komitmen dan kesadaran yang tulus dari pemuda negeri ini.

Indonesia Butuh Anak Muda Bersama KPK Memberantas Korupsi

Pada aspek penindakan, pemuda mesti aktif dalam melaporkan segala sesuatu yang berbau korupsi, dari yang kelas teri terlebih kelas kakap. Upaya tersebut tentunya akan efektif melalui kerja-kerja terorganisir, sebab korupsi merupakan kejahatan terorganisir. Kalaupun belum terorganisir, perkembangan kebebasan informasi dan teknologi hari ini setidaknya dapat dimanfaatkan.

Pada aspek pencegahan (preventif), pemuda dapat melibatkan diri dari hal-hal terkecil. Peran tersebut dapat dimulai dari sikap zero tolerance terhadap tindakan korupsi. Seperti tidak memilih Cakada (Calon Kepala Daerah) yang korup. Mengingatkan bahaya laten korupsi dilingkungan terkecilnya sekalipun, membudayakan perilaku anti korupsi dalam dirinya hingga pada lingkup organisasi sekitarnya.

Tataran preventif dapat dilakukan dalam berbagai langkah kreatif yang orientasinya membangun suatu kultur hukum yang jijik terhadap perilaku korup. Hal ini searah dengan teori L. Friedman yang menempatkan kultur sebagai salah satu faktor yang sangat urgen dalam proses penegakan hukum. Aspek ini masih jarang dilakukan oleh pemuda masa kini, padahal ini hal yang fundamental. Pemuda hari ini wajib mengkreasikan konsep dengan aksebilitas tinggi di masyarakat. Kultur anti korupsi akan melahirkan pejuang-pejuang anti korupsi.

Penerapan terhadap hasil pendidikannya dapat dilakukan dengan aksi-aksi sosial, baik dalam bentuk kerja bakti terhadap masyarakat atau dengan aksi demonstrasi yang edukatif untuk menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Pemuda kemudian dapat aktif melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, dialog, debating, riset yang berkuat soal isu korupsi.

Baca Juga :  Rebut Pistol Anggota Polisi, Residivis Narkoba Dilumpuhkan Tangan Kosong

Peran pemuda pada aspek penindakan, pencegahan, dan pendidikan dalam pemberantasan korupsi wajib progres. Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.

Pemuda harus mampu melawan orang tuanya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi. Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi, tidak menjadi penjilat koruptor.

Tantangan kedepan memang semakin berat, terbukti saat ini banyak pemuda yang acuh. Umumnya mengalami keganjalan karena infiltrasi globalisasi, liberalisasi, dan dominasi asing buah dari pasar bebas. Hal itu bisa dilihat dari perilaku generasi muda Indonesia yang bertambah hedonistis, dan apatis terhadap problematika kebangsaan. Terlebih hari ini kita dilanda degradasi moral anak kandung liberalisme, mendukung mental korup berkembang.

Mirisnya banyak tokoh muda yang menjadi harapan bangsa terlibat kasus-kasus korupsi. Padahal ancaman korupsi dari hari ke hari makin masif. Hal itulah musuh nyata bangsa kita hari ini,

Begitu pentingnya peranan pemuda dalam pembangunan bangsa harus disadari oleh pemuda itu sendiri. Seharusnya pemuda hari ini aktif menjadi bagian dari solusi pada problematika bangsa, bukan kemudian menjadi bagian dari masalah dan acuh

Tepat 9 Desember yang lalu, merupakan peringatan Hari Anti Korupsi sedunia. Peringatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi di seluruh dunia. Hari anti korupsi dunia sendiri dimulai setelah konvensi PBB melawan korupsi pada 31 Oktober 2003 dan menetapkan 9 Desember sebagai hari untuk memperingatinya.

Korupsi, pada dasarnya merupakan penyakit yang menjalar ke seluruh dunia. Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) yang dikutip dari kompas.com, keseluruhan dari 20 negara yang terkorup di dunia, semuanya bisa tergolong sebagai negara berkembang seperti Bangladesh, Yaman, hingga Kamboja.

Walaupun sebagai musuh yang susah dikalahkan, berbagai negara di dunia nyatanya berhasil memberantas korupsi. Hongkong dan China merupakan sebagian dari negara-negara di dunia yang berhasil memberantas korupsi. China dengan hukuman matinya dan Hongkong dengan perubahan besar-besarnya pada kepolisian dan instansi pemerintahan merupakan contoh berbagai upaya untuk memberantas korupsi.

Baca Juga :  Amankan Jalan Perbatasan Satgas Raider 300 Melaksanakan Pemeriksaan Kendaraan

Upaya Pencegahan yang Tidak Membuahkan Hasil

Di Indonesia sendiri, upaya pemberantasan korupsi tak henti-hentinya dilakukan. Di awal Orde Baru sendiri, dibuatnya Keppres No.28 Tahun 1967 tentang Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi bahkan tidak berfungsi. Peraturan ini malah memicu konflik protes yang memuncak pada tahun 1970. Pemerintahan Orde Baru bisa dikatakan banyak mengeluarkan peraturan tentang pemberantasan korupsi seperti UU No. 3 tahun 1971, GBHN Tahun 1978, dan lain sebagainya.

Di era reformasi, perjalanan pemberantasan korupsi juga tidak pernah berhenti. Salah satu yang paling fenomenal adalah dibentuknya badan khusus untuk memberantas korupsi yang sekarang sering kita sebut sebagai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun, upaya pemberantasan korupsi nyatanya belum berhasil mendapatkan hasil yang diharapkan.

Pada saat ini, tindakan korupsi masih merajalela di Indonesia. Bahkan, menurut catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dikutip dari kompas.com, bahwa dalam tahun 2018 pada semester 1 ,kerugian negara akibat korupsi sudah mencapai Rp 1,09 triliun dan kasus suap Rp 42.1 miliar.

Mengharapkan kinerja pemerintah untuk memberantas korupsi tentu seperti menunggu gebetan yang tak mencintai anda. Pemerintah, orang yang bisa dikatakan memiliki peran dalam merumuskan kebijakan anti korupsi, namun sarang para koruptor justru di sana. Tentu ini persoalan yang sangat rumit.

Maka, peran dari elemen lain sudah sangat diharapkan pada saat ini. Pemuda tentunya akan menjadi garda terdepan yang diharapkan agar masa depan Indonesia bisa bersih dari praktik korupsi.

Peran Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi

Dalam sejarah bangsa ini, pemuda memiliki peran yang penting dalam kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa sejarah yang besar dan melibatkan pemuda tentunya Sumpah Pemuda. Selain itu, pemuda terkhusus mahasiswa mempunyai peranan besar dalam meruntuhkan pemerintahan Orde Baru.

Baca Juga :  8 Kawanan Perampok Beraksi 3 Kali Dalam Satu Malam Di Depok

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa pada dasarnya juga ditentukan oleh kualitas pemudanya, termasuk juga mengenai pemberantasan korupsi. Berhasil atau tidaknya pemberantasan korupsi, sedikit banyak akan ditentukan oleh peran pemuda itu sendiri. Menjadi agen perubahan dan calon pemimpin masa depan masa ini merupakan tanggung jawab dari pemuda.

Terdapat peran-peran yang dapat dilakukan pemuda dalam pemberantasan korupsi seperti yang berikut ini. Pertama, melakukan pengawasan pada instansi pemerintah. Selain sebagai agen perubahan, pemuda juga bertindak sebagai pengawas. Pengawasan terhadap pemerintah sangat penting untuk dilakukan agar pemerintah tidak bisa seenaknya menggunakan kekuasaannya. Pengawasan ini juga diharapkan dapat meminimalisir praktik korupsi yang akan terjadi di pemerintahan.

Kedua, pembangunan perilaku anti-korupsi kepada masyarakat. Upaya penanaman nilai-nilai tentang bahaya korupsi harus dilakukan kepada masyarakat. Tindakan ini sangat diharapkan agar seluruh masyarakat yang teredukasi nantinya mempunyai daya kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang relevan.

Ketiga, membangun sikap anti-korupsi di internal organisasi. Hal ini terutama dimulai dari kesadaran masing-masing pemuda yaitu menanamkan dalam diri mereka sendiri bahwa untuk tidak melakukan tindakan korupsi walaupun hanya tindakan yang sederhana. Bagaimana caranya Bbngsa Indonesia mencapai cita-citanya jika pemudanya sendiri melakukan kejahatan serupa?

Kesimpulan

Dalam merayakan Hari Anti Korupsi Internasional, sudah saatnya pemuda selaku elemen penting bangsa terlibat dalam pencegahan korupsi di Indonesia. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan pemuda antara lain melakukan pengawasan, mengedukasi masyarakat, dan menanamkan kepada diri sendiri tentang efek dari korupsi itu sendiri.

Kesadaran dan kepekaan pemuda sangat diharapkan di sini, terlebih sebagai calon pemimpin masa depan. Selain melakukan pengawasan dan mengedukasi masyarakat, pemuda juga harus sadar untuk tidak melakukan tindakan korupsi karena seburuk-buruknya penjahat, lebih jahat maling teriak maling.

“Mau jadi apa bangsa ini, jika pemudanya sudah mengkhianati cita-cita bangsa”

Sumber: KPK

Laporan : Dadan Haekal
Editor : Wandi

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here