Inilah Daftar Delapan Daerah di Jabar Gelar Pilkada dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Inilah Daftar Delapan Daerah di Jabar Gelar Pilkada dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Bandung, infokowasi.com – Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak di sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Gubernur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sepakat bahwa delapan daerah di Jabar akan menggelar Pilkada dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kabupaten/kota tersebut antara lain :

  • Kabupaten Bandung;
  • Cianjur;
  • Kabupaten Sukabumi;
  • Karawang;
  • Indramayu;
  • Tasikmalaya;
  • Pangandaran; dan
  • Kota Depok.

Kegiatan di setiap tahapan Pilkada harus disesuaikan dengan protokol kesehatan dan level kewaspadaan Covid-19 di wilayah masing-masing untuk menghindari penularan kasus Covid-19.

Baca Juga :  8 Kawanan Perampok Beraksi 3 Kali Dalam Satu Malam Di Depok

“Protokol kesehatan diperhatikan. Dibuat aturan jika zona merah seperti apa, Kuning dan Hijau seperti apa,” ujar Kang Emil –panggilan akrab Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (17/6/2020) seperti dirilis website resmi Pemprov Jabar.

“Jadi nanti kalau kenyataannya masih kuning, tentu berbeda dengan pelaksanaan kampanye di Zona Biru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Rifqi Ali Mubarok menjelaskan pihaknya dan Gugus Tugas Jabar akan menyusun panduan pemilihan di masa AKB. Panduan tersebut akan mengatur penerapan protokol kesehatan pada kegiatan-kegiatan tahapan Pilkada, seperti kampanye dan rapat umum.

Baca Juga :  Ibu Warung di Jalur Kota Sukabumi Mengeluh, Sepi Pengunjung

“Jadi sekarang istilahnya Pemilihan dengan AKB. Nanti akan diatur bagaimana kampanye rapat umum dilakukan dengan protokol kesehatan, kampanye tatap muka terbatas, kampanye tertutup dan lain sebagainya, termasuk juga rapat pleno terbuka sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Rifqi.

Terkait mekanisme pemilihan di masa AKB Rifqi mengungkapkan, beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan seperti menambah jumlah alat coblos hingga penggunaan sarung tangan sekali pakai bagi para pemilih untuk menghindari adanya penularan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Lebih lanjut Rifqi mengatakan, pihaknya akan mengurangi kuota per TPS, mengatur durasi pemungutan suara, serta jarak antar bilik di TPS guna menghindari kerumunan masyarakat.

Baca Juga :  Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya

“Hal-hal seperti itu yang akan terus kita coba diskusikan mekanismenya. Yang jelas tidak boleh berkerumun, maka awalnya pemilih per-TPS itu 800 (orang), sekarang dikurangi jadi 500 (orang). Nanti diatur durasi waktunya, jaraknya, dan lain sebagainya,” pungkas Ketua KPU Jabar.

 

Laporan : Martin

Editor : Martin

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here