Beranda Peristiwa Kerumunan Masa Akibat Bubaran Pabrik Masih Terjadi Saat PSBB di Sukabumi

Kerumunan Masa Akibat Bubaran Pabrik Masih Terjadi Saat PSBB di Sukabumi

Sukabumi, infokowasi.com – Kebijakan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimaksudakan pemerintah adalah untuk menekan laju penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Salah satu aturan dalam regulasi tersebut adalah melarang adanya kerumunan dan atau mencegah terjadinya potensi kerumunan itu sendiri.

Dengan kata lain, masyarakat harus tetap memperhatikan mengenai sosial atau physical distancing dalam setiap aktifitasnya, baik di luar maupun di dalam ruangan. Hal itu dianggap merupakan upaya yang paling sederhana namun efisien dalam memutus mata rantai persebaran virus mematikan tersebut.

Kemacetan di depan pabrik PT Muara Tunggal
Kondisi kemacetan jalan di depan pabrik garmen PT Muara Tunggal Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat

Di lapangan, nampaknya baik masyarakat biasa maupun para pengusaha belum sepenuhnya memahami dan melaksanakan sosial atau physical distancing tersebut, hal itu terbukti dari masih banyaknya pusat kerumunan orang dan kemacetan di jalan raya seperti yang terjadi di depan pabrik garment PT Muara Tunggal yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.126, Cibadak, Kec. Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (2/4/2020) sore.

Dari pantauan infokowasi.com di tempat tersebut, tampak ratusan buruh yang keluar dari pabrik garment dengan berbondong-bondong dan ada pula sebagian yang mengerumuni pedagang kaki lima yang berjualan di area kantong parkir pabrik itu.

Kemacetan jalan di depan pabrik garment PT Muara Tunggal
Kerumunan orang dan kondisi kemacetan jalan akibat bubaran pabrik

Tak elak, kemacetan pun terjadi. Kendaraan yang melintas di jalur itu, baik roda dua maupun roda empat tersendat lajunya. Sehingga antrian kendaraan yang mengular berpadu dengan lalu-lalang orang, semakin menambah parahnya kemacetan yang terjadi saat itu.

“Kejadian kaya gini sih udah biasa di tempat ini, tapi cuma pada jam-jam tertentu saja. Biasanya sih pagi jam masuk karyawan dan sore jam bubaran,” kata Rio salah seorang warga yang tinggal di sekitar tempat itu kepada infokowasi.com.

Kerumunan Masa Akibat Bubaran Pabrik Masih Terjadi Saat PSBB di Sukabumi

Lebih lanjut Rio pun juga mengatakan bahwa hal seperti itu menurutnya diakibatkan dari keluar masuknya karyawan yang tak beraturan, serta ditambah lagi dengan kendaraan baik sepeda motor maupun angkot yang menaikanan dan menurunkan penumpng tidak pada tempatnya.

“Saya rasa itu akibat dari tak diaturnya keluar masuk karyawan pabrik yang berjumlah ratusan bahkan ribuan oleh petugas. Seharusnya kan pihak perusahaan melihat itu. Belum lagi angkot dan motor yang seenaknya menaikan dan menurunkan penumpang atau jemputannya,” ungkap Heru, salah seorang pengeendara roda empat yang terjebak dalam kemacetan saat itu.

Kerumunan Masa Akibat Bubaran Pabrik Masih Terjadi Saat PSBB di Sukabumi

Heru juga menyebut, dari pengamatannya ia menduga bahwa kantong parkir yang telah disediakan pihak perusahaan yang seharusnya menjadi tempat naik turunnya penumpang yang bekerja di pabrik itu, telah beralih fungsi menjadi tempat berjualan. Sehingga akhirnya angkot berhenti di badan jalan saat manaik turunkan penumpangnya.

“Saya sih berharap baik pemerintah setempat atau pun pihak perusahaan dapat menanggulangi kejadian kemacetan yang diakibatkan oleh hal-hal seperti itu tadi. Apalagi sekarang kan sedang masa pandemi corona, kalau begini terus bisa-bisa dampaknya berpotensi terhadap penularn virus itu,” pungkasnya.

Reporter : Iwa K
Editor : IK

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakDampal Jurig Tak Pernah Jera Bagikan BANSOS
Artikulli tjetërKurir Narkoba Sabu Sabu Berhasil di Tangkap Jajaran Polres Purwakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini