Paoji Blusukan ke Desa-Desa di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi

Paoji Blusukan ke Desa-Desa di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi
Paoji

Sukabumi, infokowasi.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, Senin kemarin (27/04) melakukan silaturahmi kepada masyarakat dan sekaligus berkunjung ke kantor-kantor Desa untuk menemui Kepala Desa yang berada di Wilayah Kecamatan Pabuaran.

Kunjungan dilakukan secara mendadak untuk memastikan bahwa warga di Kecamatan Pabuaran bisa tetap disiplin dalam Penanggulangan Penyebaran Covid-19, serta memastikan bahwa Pemerintahan Desa dapat membangun komunikasi yang lebih intensif, baik dengan masyarakat dan Pemerintahan Kecamatan maupun dengan pihak Pemerintahan Kabupaten Sukabumi, baik melalui jalur Eksekutif maupun dengan Para Anggota Legislatif yang duduk mewakili Dapilnya.

Paoji Blusukan ke Desa-Desa di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi

“Edukasi kepada masyarakat agar disiplin memakai masker di saat keluar rumah memang harus terus-menerus digerakan oleh berbagai pihak, baik melalui pendekatan pemerintahan, Keagamaan, maupun ketokohan masyarakat dan keteladanan Pemimpin. Mungkin perlu cara yang lebih mengena, agar masyarakat terbiasa memakai masker bila bermasyarakat, terutama bagi anak-anak dan para orang tua. Bisa saja dengan cara membuat lomba menulis Pesan Pendek melalui WA yang diadakan oleh guru-guru mereka bagi anak-anak, seputar kegunaan memakai masker jika ke luar rumah.

Baca Juga :  Aparat Kecamatan Dan Kelurahan Agar Mengaktifkan Lumbung Pangan

Sedang bagi orang tua, bisa saja diadakan lomba foto selfie di saat memakai masker. Itu sih sekedar contoh.

Tapi intinya kreativitas pemimpin dan penghargaan dari pemimpin menurut saya akan efektif membangunkan kesadaran kolektif. Apalagi disaat ini yang dihadapi adalah Bencana Global Virus Corona”, ujar Paoji saat bertemu dengan infokowasi.com.

Paoji Blusukan ke Desa-Desa di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi

Setelah melihat dan menyapa masyarakat, Ketua Komisi I ini berkunjung ke Kantor Desa untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus memberikan bantuan, baik bantuan Pribadi maupun bantuan dari partainya yaitu PDI Perjuangan.

“Selain melihat kesiapan yang bersifat administratif yang berkaitan dengan Covid-19. Saya menanyakan juga tentang pelayanan di saat ini. Sedang Terkait yuridis Teknis Pelaksanaan Bantuan yang bersumber dari ADD akan disinkronisasikan dengan data terbaru, agar tidak terjadi penumpukan bantuan kepada seseorang saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Tangani Pasien Corona, Dokter Dan Perawat Diusir Tetangga

Paoji Blusukan ke Desa-Desa di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi

Salah seorang Kepala Desa menyampaikan kepada Paoji bahwa sampai hari ini dia belum melihat ada warganya yang menerima bantuan baik yang dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Dan memohon agar Ketua Komisi I bisa menyampaikan ke pihak Pemerintah Daerah untuk bisa menyalurkan terlebih dahulu.

“Semua masukan yang dari Kepala Desa dan Masyarakat, pasti secara Lembaga DPRD Kabupaten Sukabumi akan disampaikan kepada pihak eksekutif, agar bisa dilaksanakan dan tepat sasaran, agar semua tidak ada yang merasa khawatir lagi, apalagi ini soal menyangkut kemanusiaan, bukan saja masalah ekonomi semata. Jadi semua harus bergotong-royong sebagai tanda saling percaya, saling peduli, dan saling membantu. Insya Allah jika disiplin dan bergotong-royong melawan dan menyelesaikan dampak Covid-19 ini akan dimenangkan dengan kegemilangan bagi bangsa dan negara,” ucap Paoji.

Paoji diakhir kegiatannya memberikan bantuan kepada masyarakat yang secara simbolis diserahkan Kepada Kepala Desa.

Hand Sanitizer, Desinfektan dan Masker, jumlahnya tidak banyak, semoga bisa dipergunakan secara efektif agar bermanfaat.

Baca Juga :  Little Camping Ground : Curug Lodong Desa Jampangtengah

Namun yang terpenting selain pakai masker, jika ke luar rumah, ya ditambah Cuci Tangan pakai sabun saja selama dua puluh detik di air yang mengalir, jaga jarak, jaga kebugaran tubuh dan memperingatkan warga yang datang dari Zona merah untuk diperiksa ke Puskesmas atau Pos Kesehatan sebelum melakukan isolasi diri selama 14 hari. Begitupun mencegah warga untuk datang ke Zona Merah.

“Memang kalau manusia bisa kelihatan datangnya, tapi Virus Corona tak kelihatan dengan mata telanjang, apakah Covid-19 sudah ada di tubuh seseorang apa belum. Mengingatkan kepada manusia itu akan sulit tentang bahaya virus Corona, agar tidak ceroboh. Ya, harus terus diingatkan terus akan bahayanya, tapi jangan panik. Terus Fokus mencegah penyebaran Covid-19 itu lebih baik, sebelum merepotkan orang lain yang jumlahnya akan lebih banyak,” harap Paoji dihadapan Kepala Desa.

Laporan : M Kuncir
Editor : Wandi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here