Peran Karang Taruna Desa Bukateja Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Corona

Peran Karang Taruna Desa Bukateja Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Corona

Tegal, Infokowasi.Com – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan bulan yang penuh ampunan merupakan suatu kebanggan untuk kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia. Setelah sebelas bulan menjalani kehidupan yang penuh dengan warna-warni, maka inilah saat yang tepat bagi kita semua untuk membersihkan diri dari segala dosa yang mungkin tidak kita sadari.

Rasa syukur menyambut bulan suci Ramadhan merupakan sebagai cermin ketakwaaan yang ada dalam hati umat muslim. Sejatinya bulan Ramadhan adalah salah satu dari syiar dalam agama Islam, yang harus senantiasa kita muliakan. Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [QS Al-Hajj: 32]

Ada yang unik menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini,bulan Ramadhan tahun ini datang ditengah suasana duka. Yakni dengan mewabahnya Covid-19 yang mengakibatkan sepi dan lumpuhnya kegiatan mushola, masjid bahkan ka’bah menjadikan Ramadhan tahun ini berbeda. Namun demikian, semangat menyambut datangnya Ramadhan tetap harus kita tanamkan dibenak seluruh kaum muslim. Dalam hal ini dimulai dari orang-orang terdekat kita yaitu keluarga, pasangan, buah hati dan sanak saudara serta tetangga.

Peran Karang Taruna Desa Bukateja Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Corona

Momen dengan ada nya wabah Covid-19 yang saat ini sedang merebak, tak menjadi patah semangat bagi anak anak pemuda Karang Taruna Tunas Muda yang harus lebih kreatif dan inovatif. Pasalnya kita harus menghadirkan suasana suka cita disaat keresahan akan bahaya virus Corona yang semakin merajalela dan kami justru menyelenggarakan bebagai kegiatan yang salah satu nya membersihkan Makom leluhur yang ada di Desa Bukateja.

Baca Juga :  Info Terbaru (1/7) Data Covid-19 Kota Sukabumi

Dengan begitu, “hal ini merupakan bahan untuk melatih dan mengendalikan emosi dan syahwat yang harus dimulai sebelum memasuki bulan Ramadhan. Persiapan fisik yang cukup agar tubuh tetap dalam kondisi prima saat menjalani puasa, menyesuaikan pola makan, pola tidur dan istirahat yang cukup sejak sebelum bulan Ramadhan juga harus dikondisikan. Berolahraga yang cukup dan memilih jenis makanan yang menunjang kesehatan juga menjadi penting agar badan kita tetap Fit,” ujarnya.

Peran Karang Taruna Desa Bukateja Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Corona

Febri menambahkan, dalam kitab suci Al-Qur’an ada keterangan Hadist yang berbunyi :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’,” (Tafsir Quran Surat At-Tahrim Ayat 8)

Dengan bertaubat, diharapkan kita dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan baik tanpa beban dosa, kata Febri.

Baca Juga :  Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD), Mengucapkan:

Dalam hal ini, memiliki ilmu yang beemanfaat sangatlah diperlukan sebelum melakukan suatu amal perbuatan. Membaca kembali fikih berpuasa dibulan Ramadhan seperti rukun puasa Ramadhan, syarat sahnya puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, amalan yang perlu dilakukan seperti tadarus Al Qur’an, shalat tarawih, i’tikaf dan lain sebagainya.

Untuk menyampaikan semua itu, butuh cara yang kreatif dari Orangtua kepada anak-anak nya.  Kita dapat melakukannya dengan cara bercerita. Pilihlah cerita-cerita Islam yang menggambarkan suasana bulan Ramadhan dan keutamaan puasa. Menceritakan kisah-kisah menarik para sahabat dan Rasulullah  ketika menjalani puasa Ramadhan juga dapat merangsang semangat anak untuk meneladaninya. Bahkan kita dapat bercerita tentang pengalaman berlatih puasa Ramadhan dimasa kecil dulu.

Ditengah bercerita, kita dapat   menyisipkan rencana  kegiatan selama bulan Ramadhan nanti, beserta target yang ingin dicapai. Sampaikan harapan-harapan yang kita inginkan untuk mereka lakukan di bulan Ramadhan.

Melalui cerita, suasana Ramadhan dapat tergambar dibenak anak sehingga mereka akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan suka cita.

Selain itu, kita juga harus mempersiapkan fisik agar kuat dalam menjalani Puasa. Sebab,
Puasa merupakan ibadah yang memerlukan fisik yang prima. Dengan fisik yang sehat dan kuat dapat menjalankan ibadah puasa dan aktivitas lain selama bulan Ramadhan dengan baik. Bahkan puasa tidak akan mengurangi aktivitas lain yang sudah menjadi rutinitas keseharian. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Baca Juga :  Pemkab Purwakarta Swab Test Ratusan ASN

“Mukmin yang kuat lebih dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah,” (HR. Muslim, Baihaki dan Ibnu Majah).

Untuk menjaga fisik agar tetap sehat dan kuat dibulan Ramadhan, kita dapat mempersiapkan fisik sebelumnya. Kita juga dapat melibatkan anak-anak dan anggota keluarga lain untuk menyusun menu sehat berbuka dan sahur nanti. Merencanakan olah raga ringan untuk menjaga tetap bugar tanpa merasakan lapar saat puasa. Mengatur kembali pola makan dan istirahat yang mungkin sebelumnya kurang tertata.

Selain itu,kita juga perlu mempersiapkan harta (maliyah) yaitu tabungan Ramadhan bisa dijadikan tambahan semangat terutama bagi anak-anak. Dilipatgandakan pahala bagi infaq dan shadaqoh dibulan Ramadhan menjadi keutamaan yang harus kita sampaikan. Melatih menyisihkan uang saku sebelum Ramadhan tiba, kemudian membukanya dan membelanjakan untuk shadaqoh. Kita dapat mewujudkannya dalam bentuk memberi makan buka puasa untuk orang lain, memberikan sembako kepada saudara atau tetangga yang kurang mampu.

Selain itu, kita juga dapat mempersiapkan harta untuk maliyah, zakat fitrah ataupun kebutuhan selama bulan Ramadhan. Dengan mempersiapkan harta sebelumnya, kita tidak perlu lagi memikirkan materi selama bulan Ramadhan tiba. Kita hanya perlu fokus pada ibadah dan bagaimana memanfaatkan harta tersebut dijalan Allah, ucap Febri.

Laporan : Wawan Setiawan
Editor : Yossy

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here