Sadar Wisata, Lokomotif Kemajuan Industri Pariwisata di Daerah

Oleh : Irwan Setiawan

Infokowasi.com
Berbicara pengembangan Pariwisata, tentu tak sekedar memanfaatkan curug (air terjun) atau pemandangan pantai dan indahnya gunung, tetapi berbicara tentang hal-hal penting yang terkait dengan kepariwisataan itu secara menyeluruh.

Secara menyeluruh seluruh aspek yang ditawarkan kepada penikmat wisata haruslah memiliki daya tarik dan mendorong minat. Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, biodiversity/keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan rekayasa manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

Sebagai satu jenis industri baru, pariwisata diproyeksikan akan mampu meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, mendorong penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga terbuka pada usaha tradisional seperti industri kerajinan tangan, cinderamata, homestay dan jasa transportasi

Diantara hal penting itu adalah sapta pesona dan keterlibatan pentahelix. sapta pesona adalah suatu kondisi yang dibuat untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah meliputi unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Terwujudnya sapta pesona tidak lepas dari kondisi masyarakat sadar wisata.

Baca Juga :  Kades Pondokkasolandeuh Resmikan Turnamen Bulutangkis Cheka Cup 2020

Keterlibatan pentahelix menjadi penting mengingat Akademisi, pebisnis/pengusaha, government/pemerintah, komunitas/masyarakat, dan Media, merupakan keterpaduan solid untuk menggerakan sektor kepariwisataan menjadi industri yang mensejahterakan. Tanpa peran mereka hampir pasti pengembangan pariwisata akan berjalan sporadis, tanpa perencanaan, tanpa amdal dan rentan risiko.

 

MASYARAKAT SADAR WISATA

Untuk mendukung pariwisata, Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam bentuk partisipasi aktif, memberi dukungan yang menguatkan serta melakukan interaksi sosial yang baik dan terbuka, sebagai wujud masyarakat sadar wisata.

“Sadar Wisata” merupakan terminologi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan masyarakat untuk menciptakan iklim kepariwisataan yang kondusif, bisa tumbuh dan berkembang serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks tersebut “sadar wisata” diterjemahkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap berperan sebagai tuan rumah yang memahami, mampu serta siap mewujudkan unsur-unsur Sapta Pesona Pariwisata.

Dapat disimpulkan Masyarakat Sadar Wisata adalah sikap mental yang membuat wisatawan memiliki kesan mendalam terhadap objek wisata yang dikunjunginya, walhasil mereka sangat berpotensi untuk kembali sambil membawa keluarga dan kolega, hal itu tentu memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata dan memberikan efek domino pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  PAMMI Kab.Sukabumi Gempur Lokasi Bencana Cibuntu

 

SADAR WISATA PELAKU UMKM

Ada beberapa konsep meningkatkan daya tarik melalui produk wisata, diantaranya: Atraksi, yaitu daya tarik wisata alam, budaya, festival atau pentas seni, semakin tinggi level atraksi semakin kuat daya tarik bagi wisatawan.

Aksesibilitas, yaitu kemudahan mencapai tujuan wisata, ditunjang oleh jasa travel, transportasi umum dan kelayakan jalan, semakin mudah aksesnya semakin tinggi daya tarik yang ditawarkan pada wisatawan.

Amenities yaitu kelengkapan fasilitas layananan bagi pengunjung. Diantaranya akomodasi, kebersihan dan keramahtamahan. jelas hal ini menunjang kesan baik dan kenyamanan

Networking, yaitu jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal, nasional maupun internasional.

Produk wisata ini relevan dengan konsep lainnya yaitu something to see, something to do dan something to buy.

Baca Juga :  Jalan Kabandungan-Cikaladi Mulus, Masyarakat Sambut Bupati dengan Meriah

Dari komponen di atas, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di area wisata memegang peran yang tak kalah penting sebagai penyedia layanan “amenities dan something to buy”. Kuliner, pakaian, Spot swafoto dan cenderamata adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan pariwisata, bahkan jadi benda bersejarah bukti sebuah perjalanan.

Para pelaku usaha ini juga harus menjadi pengusaha sadar wisata yang dalam prakteknya harus menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability).

Prinsip Kebersihan, Kesehatan, keamanan dan pelestarian lingkungan berkelanjutan merupakan dukungan terhadap sapta pesona pariwisata. CHSE menjadi sangat penting penerapannya apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Dari paparan di atas, “Masyarakat Sadar Wisata”, jelas memiliki peran penting dan strategis, bahkan boleh jadi hal itu jadi energi penggerak atau lokomotif bertenaga besar untuk menarik gerbong pariwisata ke tujuan luhurnya yaitu berkontribusi mensejahterakan masyarakat

(tulisan ini adalah rintisan yang akan dikembangkan dalam tulisan berikutnya)

Bersambung….

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here