Infokowasi.com – Ujian Praktek digelar SMAN 1 Jampangtengah dengan bertajuk GEPRAK #3(Gebyar Ujian Praktek) pada mata pelajaran Seni Budaya yang dilaksanakan dari tanggal 10 hingga 13 Februari 2025.
Menurut Otong Suryadi, S.Sn. selaku Guru Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Jampangtengah kegiatan GEPRAK telah bergulir sejak tiga tahun yang lalu. Kegiatan ini merupakan akhir atau puncak dari seluruh pembelajaran seni budaya selama belajar di SMA. Salah satu tujuan utamanya adalah membentuk karakter siswa dalam bersosial, mengembangkan minat dan bakat di bidang seni dan manajemen produksi seni pertunjukan. Terlebih untuk mengasah life skill menjadi bekal dimasa depan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik. 
Pada even tersebut seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam pentas seni drama dalam satu tim setiap kelas.
“Ini adalah momentum untuk saling mengenal karakter satu sama lain dan akan memberikan kesan yang mendalam untuk peserta didik. Materi pembelajaran mungkin akan mudah untuk dilupakan, akan tetapi momen kebersamaan dengan teman dan kesan yang ditinggalkan tak akan pernah terlupakan sepanjang hayat. Semoga seni pertunjukkan yang dilaksanakan ini bukan hanya semata tontonan, tapi juga menjadikan sebuah tuntunan,” jelas Otong Suryadi.
Sementara itu Bahrudin, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMAN 1 Jampangtengah bersyukur ujian praktikum sudah terlaksana dengan lancar.
“Khusus seni budaya ini memang sudah setiap tahun menggunakan seni pertunjukan, dan ini tidak hanya siswa dan guru saja yang dapat mengapresisasinya orang tua pun kami undang untuk menyaksikan secara langsung karya anak-anaknya,” ucap Bahrudin.
Dwi Pinulur, S.Pd. sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Jampangtengah menerangkan kegiatan tersebut sebagai wujud kolaborasi sekolah dengan orang tua siswa, agar siswa SMAN 1 Jampangtengah mempunyai keberanian dalam mengekspresikan karya. 
“Dalam prosesnya kami terutama guru-guru pengampu memang menekankan pada kemandirian, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif yang pada ujungnya setiap pertunjukan yang ditampilkan akan menguatkan keyakinannya kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai harapan yang tertuang pada dimensi Profil Pelajar Pancasila,” pungkas Dwi. (Robi)









