Infokowasi.com – Membangun sektor peternakan yang maju dan berdaya saing membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan jumlah populasi ternak. Kesehatan hewan, kualitas bibit, penerapan teknologi, hingga kemampuan peternak dalam mengelola usaha menjadi fondasi penting yang terus diperkuat Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.
Melalui berbagai program unggulan, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi.
Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program penyaluran hibah ternak sapi dan domba kepada kelompok maupun calon peternak. Bantuan tersebut diberikan melalui tahapan verifikasi Calon Peternak dan Calon Lokasi (CPCL), sehingga penyalurannya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Tidak hanya memberikan bantuan ternak, perhatian terhadap kesehatan hewan juga menjadi prioritas. Melalui layanan Klinik Keliling Kesehatan Hewan, petugas turun langsung mendatangi lokasi peternakan untuk melakukan pemeriksaan, perawatan, hingga pengobatan. Pola pelayanan jemput bola ini memberikan kemudahan bagi peternak, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses menuju pusat pelayanan kesehatan hewan.
Upaya perlindungan ternak juga diperkuat melalui vaksinasi dan pengendalian penyakit hewan menular, termasuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan populasi ternak sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi yang dapat dialami peternak.
Di sisi lain, peningkatan kualitas genetik ternak terus didorong melalui pemanfaatan teknologi reproduksi. Bekerja sama dengan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Dinas Peternakan mengembangkan pelayanan transfer embrio sebagai salah satu upaya menghadirkan bibit ternak unggul dengan kualitas yang lebih baik.
Pengembangan teknologi peternakan juga diarahkan pada penerapan inovasi reproduksi serta pengembangan aneka ternak dan hewan kesayangan. Dengan pendekatan tersebut, sektor peternakan diharapkan tidak hanya bertumpu pada pola pemeliharaan konvensional, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, modern, dan memiliki nilai ekonomi.
Rangkaian program tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem peternakan yang kuat, mulai dari penyediaan bibit, perlindungan kesehatan hewan, peningkatan kualitas reproduksi, hingga pendampingan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan peternakan tidak hanya diukur dari bertambahnya populasi sapi, kambing, maupun domba, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha dan memperbaiki taraf hidup keluarganya.
Dengan pelayanan yang semakin dekat, teknologi yang terus berkembang, serta dukungan program yang tepat sasaran, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terus mendorong terwujudnya peternakan yang sehat, produktif, dan menjadi salah satu penggerak kesejahteraan masyarakat.
(ASR)









