Infokowasi.com — Upaya memperkuat pencegahan stunting terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Sukabumi dengan memastikan program pemenuhan gizi bagi balita berjalan tepat sasaran. Salah satunya melalui pemantauan langsung penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Warnasari.
Camat Sukabumi turun langsung meninjau kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program PMT bagi balita yang berlangsung di Kampung Cisarua Girang RT 008/RW 002, Desa Warnasari, Selasa (22/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan tambahan yang diberikan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh balita yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan menjadi bagian dari upaya pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Sukabumi didampingi Kepala Seksi Binaan dan Pengawasan (Kasi Binwas), Kepala UPT BKKBD, serta Kepala UPTD Puskesmas Karawang.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa penanganan persoalan gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta keluarga memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan nutrisi balita terpenuhi secara berkelanjutan.
Camat Sukabumi menegaskan, pemenuhan gizi balita menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya mencegah munculnya risiko stunting di wilayah Kecamatan Sukabumi.
“Kami ingin memastikan program PMT betul-betul dikonsumsi oleh balita yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi mereka. Pengawasan rutin ini penting agar potensi risiko stunting di wilayah Sukabumi dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujar Camat Sukabumi.
Menurutnya, kegiatan monitoring tidak sebatas melihat proses penyaluran PMT. Lebih dari itu, monev menjadi momentum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Peran orang tua pun dinilai sangat penting. Asupan makanan bergizi, pola pengasuhan, kebersihan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang balita.
Melalui kolaborasi antara kecamatan, puskesmas, BKKBD, pemerintah desa, dan masyarakat, pelaksanaan program PMT diharapkan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan.
Pemantauan secara berkala juga menjadi langkah penting agar setiap potensi persoalan gizi dapat diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Dari Desa Warnasari, ikhtiar menekan risiko stunting terus diperkuat dengan semangat kolaborasi—memastikan setiap balita mendapatkan perhatian, asupan gizi yang memadai, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.(ASR)









