TNI Berhasil Tembak Mati Dua Anggota KKSB Kelompok Egianus Kogeya

TNI Berhasil Tembak Mati Dua Anggota KKSB Kelompok Egianus Kogeya

Infokowasi.comTentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan bahwa dua orang yang ditembak pada Sabtu 18 Juli 2020 di Nduga adalah anggota dari KKSB dari kelompok Egianus Kogeya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapten Kogabwilhan 3 yang meliputi Papua, Papua Barat dan Maluku, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa,imbuhnya.

TNI Berhasil Tembak Mati Dua Anggota KKSB Kelompok Egianus Kogeya

Dia melanjutkan, sebelumnya telah dilakukan pengintaian pelaksanaanya dilakukan dengan menggunakan Teropong senjata SPR 1 AW terlihat 2 org KKSB sedang melaksanakan transaksi penyerahan senjata jenis pistol.

Dikatakan, kedua korban tersebut sempat bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju ke arah Quari atas Kampung Genit, kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Tuduhan yang tidak Relevan, Khaer Berikan Penjelasan status tanah Kas Desa Lembursawah

Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menjelaskan, tewasnya dua orang anggota KKSB tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2020) sekira pukul 15.00 WIT setelah dilakukan penghadangan oleh Tim Satgas Pamtas Yonif PR 330/TD terhadap 2 orang kelompok Egianus Kogoya di Kenyam.

“Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil Pick Up menuju Kenyam, tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil Pick Up,” terangnya.

Kata dia, Tim pun terus melakukan pemantauan terhadap keduanya hingga dilakukan penembakan yang berakhir dengan keduanya meninggal dunia. Didapat barang bukti berupa senjata Pistol jenis Revolver dengan Nomor senjata S 896209 dan barang bukti lainnya.

Baca Juga :  Masih Pandemi, Warga Diminta Tak Gelar Hiburan Agustusan

“Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni pistol jenis Revolver Nomor Senjata S 896209 satu pucuk, Hp milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan yang lalu, tas dua buah, parang, kampak dan uang tunai Rp 9 jutaan,” jelasnya.

Atas kejadian ini, seluruh personel Satgas Pamtas penyangga Yonif PR 330/TD diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di titik kuat masing masing dan melaksanakan siaga tempur. Sebab, pergerakan bergabung dengan masyarakat sebagai tameng.

“Yang namanya mengganggu keamanan negara harus ditumpas,” katanya.

Baca Juga :  Satgas Raider 300 Menjalin Kedekatan Dengan Warga Perbatasan RI-PNG

Sumber: (@infokomando | @pararaider330)

Laporan: Dadan Haekal
Editor: Wandi

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here