Infokowasi.com – Tim RCL kembali menghadirkan podcast inspiratif bersama pelaku UMKM lokal yang terus berupaya melestarikan kuliner tradisional sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Pada episode kali ini, Tim RCL berbincang dengan Ibu Tita, owner UMKM Ranginang Flora yang beralamat di Kampung Cioray, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda.
UMKM Ranginang Flora telah berdiri selama kurang lebih 10 tahun dan konsisten memproduksi ranginang dengan cita rasa khas yang digemari berbagai kalangan. Produk yang ditawarkan memiliki beberapa varian rasa, yaitu Ranginang Ketumbar, Ranginang Terasi, Ranginang Kencur, serta Ranginang Manis Gula Aren.
“Kami berusaha mempertahankan cita rasa ranginang tradisional dengan berbagai pilihan rasa agar bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat,” ujar Ibu Tita.
Selama satu dekade menjalankan usaha, Ranginang Flora telah memasarkan produknya ke berbagai warung, warga sekitar, serta melayani pesanan untuk berbagai acara seperti hajatan dan kegiatan masyarakat lainnya. Produk ranginang ini dipasarkan dengan harga Rp20.000 per bungkus.
Menurut Ibu Tita, keberlangsungan usaha hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan pelanggan yang terus mempercayai kualitas produk Ranginang Flora.
“Alhamdulillah, selama ini pemasaran dilakukan melalui warung-warung, pesanan warga, dan kebutuhan acara hajatan. Dukungan pelanggan menjadi semangat bagi kami untuk terus berproduksi,” tuturnya.
Namun demikian, UMKM Ranginang Flora juga menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya. Kenaikan harga bahan baku, khususnya beras ketan, serta meningkatnya biaya plastik kemasan menjadi kendala yang cukup berpengaruh terhadap biaya produksi.
“Saat ini harga bahan baku terutama beras ketan dan kemasan terus mengalami kenaikan. Selain itu, kami juga masih membutuhkan dukungan dari segi permodalan dan pemasaran agar usaha bisa berkembang lebih baik,” ungkap Ibu Tita.
Melalui podcast ini, Tim RCL berharap UMKM Ranginang Flora dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sehingga mampu memperluas pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta terus menjadi salah satu produk unggulan khas daerah yang membanggakan.
“Harapan kami, usaha Ranginang Flora semakin maju, pemasaran semakin luas, dan mendapatkan dukungan permodalan agar dapat berkembang serta membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” harap Ibu Tita.
Tim RCL mengapresiasi dedikasi Ibu Tita yang selama lebih dari 10 tahun telah menjaga eksistensi kuliner tradisional melalui UMKM Ranginang Flora. Semoga usaha ini terus tumbuh, berkembang, dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.









