228 Bandar Narkotika Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Infokowasi.com, Cilacap – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pindahkan 228 Narapidana Bandar ke Lapas Super Maksimum Nusakambangangan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga di Darmaga Wijayapura, pintu masuk Nusakambangan , Cilacap, Sabtu (17/7).

228 Bandar Narkotika Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
Sumber Foto : ditjenpas.go.id

“Telah dipindahkan 228 Narapidana Bandar ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan, berasal dari 3 wilayah, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Barat,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan 3 tahap pemindahan, tahap pertama 41 orang, tahap kedua 44 orang dan tahap ketiga 31 orang. Total narapidana dari 3 tahap pemindahan tersebut adalah 75 orang, yang merupakan narapidana bandar narkotika dari wilayah DKI Jakarta. Sedangkan Yogyakarta telah memindahkan 22 orang narapidana.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Merusak Beberapa Rumah Warga Di Desa Sekarwangi

“Dan pada hari ini wilayah Jawa Barat telah memindahkan 90 narapidana bandar ke Lapas Nusakambagan, yang ditempatkan di 3 lapas Super Maksimum dan Maksimum, yaitu Lapas Karang Anyar, Lapas Narkotika dan Lapas Batu,” ungkap Reynhard lagi.

Ia pun menyebutkan rincian asal lapas di Jawa Barat yang telah memindahkan narapidananya, yaitu:

  1. Lapas Kelas I Cirebon 23 orang;
  2. Lapas Gintung sebanyak 12 orang;
  3. Lapas Narkotika Gunung Sindur 13 orang;
  4. Lapas Banceuy 22 orang; dan
  5. Lapas Karawang 15 orang.

10 orang di antaranya dihukum seumur hidup dan 5 orang hukuman mati.

Baca Juga :  Lusi Warga Bojongjengkol Tembus Pemasaran Gaplek ke Luar Kabupaten

“Sehingga total sudah 228 Narapidana Bandar telah kami pindahkan ke Lapas Super maksimum dan Maksimum di Nusakambangan sejak tanggal 5 Juni 2020,” ucap Reynhard.

“Dan ini sebagai wujud dan komitmen tegas kami untuk memberantas narkotika dari bumi Indonesia, khususnya di Lapas dan Rutan.”

Narapidana Bandar ditempatkan di Lapas Super maksimum dengan tipe one man one cell. Sedangkan Proses pemindahan dilakukan dengan Protokol Kesehatan penanganan COVID-19 ini berjalan aman dan lancar .

“Semoga dengan pemindahan ini akan mengurangi peredaran narkotika di Indonesia, negara kita tercinta,” pungkas Reynhard.

Baca Juga :  Pencarian Santri Al Amin, M Akbar yang Terbawa Arus Sungai Cibeber Masih Berlangsung

Sumber: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Laporan: Dadan Haekal

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here