Beranda Advertorial Stop Boros Pangan, DKP Kabupaten Sukabumi Ajak Warga Bijak Kelola Makanan

Stop Boros Pangan, DKP Kabupaten Sukabumi Ajak Warga Bijak Kelola Makanan

Infokowasi.com — Kebiasaan membuang makanan yang masih layak konsumsi menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga lingkungan. Melalui gerakan Stop Boros Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan sederhana namun berdampak besar dalam mengelola makanan sehari-hari.

Gerakan tersebut tidak sekadar mengingatkan masyarakat agar tidak membuang makanan. Lebih dari itu, kampanye Stop Boros Pangan mendorong perubahan pola pikir agar setiap bahan pangan yang dibeli, disimpan, dan diolah dapat dimanfaatkan secara bijak.

Pengelolaan pangan yang lebih cermat juga dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Selain mengurangi timbulan sisa makanan atau food waste, kebiasaan tersebut dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan daerah.

DKP Kabupaten Sukabumi mendorong masyarakat memulai gerakan tersebut dari lingkungan rumah dengan langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan.

Pertama, beli secukupnya. Masyarakat diimbau merencanakan kebutuhan sebelum berbelanja dan menghindari pembelian bahan makanan secara berlebihan. Dengan begitu, bahan pangan yang tersedia dapat lebih optimal dikonsumsi dan tidak berakhir menjadi sampah.

Kedua, simpan dengan benar. Cara penyimpanan yang tepat menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas pangan. Bahan makanan yang disimpan sesuai karakteristiknya akan lebih awet sehingga risiko mengalami kerusakan atau pembusukan dapat diminimalkan.

Ketiga, olah sisa makanan. Pangan yang masih layak konsumsi tidak harus langsung dibuang. Dengan kreativitas, sisa makanan dapat diolah kembali menjadi menu baru yang menarik dan tetap menggugah selera.

Keempat, pesan sewajarnya. Kebiasaan mengambil atau memesan makanan dalam jumlah berlebihan juga perlu diubah. Saat makan di restoran maupun di luar rumah, masyarakat diajak menyesuaikan porsi dengan kebutuhan agar tidak meninggalkan banyak makanan tersisa.

Pesan utama gerakan ini sederhana: ambil dan beli sesuai kebutuhan, nikmati makanan tanpa berlebihan, serta jangan biarkan pangan yang masih layak berakhir di tempat sampah.

Stop Boros Pangan pada akhirnya bukan hanya tentang menghemat makanan. Gerakan ini merupakan bagian dari membangun kesadaran bersama bahwa pangan memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang harus dihargai.

Dari meja makan keluarga, perubahan kecil dapat dimulai. Ketika semakin banyak masyarakat Kabupaten Sukabumi menerapkan kebiasaan bijak dalam mengelola pangan, upaya mengurangi food waste sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pun dapat dilakukan secara bersama-sama.(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakHarga Tiket Bikin Heboh! Cimalati dari Rp30 Ribu Jadi Rp10 Ribu, Pengunjung Langsung Membludak