INFOKOWASI COM, SUKABUMI
Musyawarah Rapat Koordinasi para pihak UPTD pasar Surade, Korwil DLH Pajampangan, Forwapas, Pihak Pengelola Persamapahan, penggiat Sosial Lingkungan Hidup, Ketua Karang Taruna Kelurahan Surade dan Direktur Investigasi KPLHI Sukabumi, dilaksanakan diaula UPTD Pasar Surade, Rabu 8 Juni 2023
Penggiat sosial lingkungan hidup meminta agar semua unsur lembaga, harus terlibat menangani pengelolaan sampah diwilayah lebih serius lagi.
Pasalnya hasil musyawarah tersebut telah sepakat pihak pengelola baik unit pasar maupun DLH, maupun pengiat sosial dan lingkungan, seperti penanganan soal sampah jangka pendek dan panjang, diantaranya berdasarkan pengaduan tersebut, yang menjadi bahasan soal penanganan sampah salah satunya warga pasar maupun warga dari luar perlu kesadaran karena minimnya sosialisasi cara membuang sampah.
Menurut Heri Kepala Unit Pasar Surade menjelaskan pihak nya telah mengkomunikasikan dengan unsur pengeloa sampah, Ferwapas dan DLH Koorwil Pajampangan maupun unsur pemerintah Kabupaten, Pemcam Surade maupun lembaga lainnya Kelurahan dan para Ketua Rt agar membantu mensosialisasikan tentang sadar masyarakat cara membuang sampah yang baik dan tepat.
“Ya intinya begini yang pertama kita sudah bekerja keras yang keduanya tingkat kesadaran masyarakat juga tidak membuang sampah sembarangan, tidak ter lepas dari itu, kami sudah menyediakan lokasi atau tempat di titik-titik tertentu, juga menyediakan tempat-tempat tertentu, ya dari mulai tempat pembuangan sementara (TPS) sampai ke Tempat pembuangan Akhir (TPA) Permanen.
Hal itu terkadang masyarakat akhirnya membuang sampah sembarangan, memang tingkat kesadaran masyarakat berpengaruh,
tentunya pengelolaan sampah itu tidak bim salabim, selain perlu perencanaan yang matang perhitungan dan juga kalkulasi. Dan juga namanya perusahaan kan penghitungannya pasti profit, Bagaimana menggaji Karyawan Bagaimana pemeliharaan Armada dan lain sebagainya, Heri juga menambahkan hitung-hitungannya retribusi lagi soal manajemen itu kan ada di perusahaan, sebelumnya pihak pengelola sampah di pasar itu sudah ada kesepakatan dengan pihak CV. Mutiara dan Ferwapas Surade, kemarin kita sudah di dorong.
Kami sudah jauh melangkah tetapi tadi hitung-hitungannya bagaimana maksudnya kontribusi dari warga pasar itu nantinya mampu tidak untuk membayar operasional begitu daripada operasional terus turun.
Salah satu contoh menjelang di bulan Ramadhan dan Lebaran pasti akan nambah armada dan sopir nambah pula BBM di lapangan. Selain itu semua unsur sudah memiliki kewenangan untuk menangani antisipasi hal yang dimungkinkan.
Komunikasi wajib juga kita terus laksanakan dengan baik, bagaimana mencari solusi juga kita komunikasi karena ini kan teman-teman yang memiliki kewenangan, ya urusan teknis di lapangan pemecahan solusinya, maka kita pada era sekarang aplikasinya hanya sebatas menyampaikan itu Jadi kenapa ?.
Sejauh ini terus terang yang pertama kami dikritisi oleh warga pasar, terutama ada LSM dan Komunitas penggiat sosial dan peduli lingkungan, kebetulan hal tersebut kita jelaskan itu saja komunikasi memecahkan persoalan sampah dalam mencari sebuah solusi seperti ini.
Pihak DLH Korwil Pajampangan sebagai pengelola sampah di wilayah, hanya memiliki 3 unit Armada yang di bagi beberapa Kecamatan diantaranya Wilayah 5 dan 6 diatur secara bergilir sampai 3 kali dalam seminggu, 3 Unit Armda tersebut kondisinya saat ini ada kendala dan kurang nya alat berat di TPA.
Asep Wajin Pihak CV. Mutiara saat di konfirmasi wartawan infokowasi.com berkomentar angkutan yang disiapkan oleh pihak DLH itu sebetulnya tidak ada masalah artinya masih teratasi, misalnya kalau satu minggu sekali diangkut itu enggak bakal ada masalah masih bisa tertangani yang menjadi permasalahan sekarang jangan dipermasalahkan ujarnya.
Justru seiring dengan waktu tadi disampaikan Kepala pasar Pak Heri, artinya pembuangan sampah dari luar ini semakin lama kan semakin numpuk, telah diketahui ada tempat pembuangan sampah sementara diberbagai tempat, yang kita sudah sama-sama tahu, saat ini bukan hanya pedagang pasar saja yang membuang ke TPS Pasar surade.
TPS pasar surade diketahui belum layak penampungan TPS nya, memang ini akan menjadi masalah, tapi bukan hanya sampai disitu permasalahannya ini akan bertambah kalau memang tidak ada solusi.
Bagaimana cara mengendalikan solusi Bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan belakangan ini sehingga dibangun dikorbinasi-koordinasi dan pengelola supaya Pengelola Pasar dan juga dari Kantor Pemerintah Kecamatan yang mencakupi kewilayahan di Surade.
Memang seperti itu rekan-rekan yang menjadi permasalahan pentingnya dapat solusi sebagai program seputar pengelolaan tentang sampah, mudah-mudahan hari ini ada gambaran paling tidak kalau sudah ada dorongan-dorongan misalnya bisa dipahami ketika ada permasalahan ini atau ternyata disini masalahnya carikan solusi nanti kita sosialisasikan terus dengan para pedagang, supaya timbul rasa kesadaran, merasakan secara pribadi saya sendiri harus ikut tanggung jawab, karena hanya orang seperti itu.
Demkian pentingnya sosialisasi untuk sama-sama memberkan pemahaman agar mensosialisasikan atau dengan melibatkan berbagai unsur lembaga sosial dipajampangan.
Selain itu kami harapkan kepada rekan-rekan bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat agar disampaikan untuk tempat-tempat pembuangan ibaratnya promosikan
Nah itu rekan-rekan permasalahan yang memang harus kita selesaikan bagaimana solusinya untuk ke depan supaya sampah dari masyarakat supaya tidak dipercayai.
Saya jamin ketika sampah masyarakat tidak dibuang masuk ke pasar steril untuk terima kasih. Pungkas Heri.
Kepala Korwil DLH Korwil Pajampangan Aluh, menjelaskan kami sebagai penanggung jawab dari daerah penarikan sampah yang ada di Pasar Surade. Penanarikan sampah yang ada di TPS, adapun untuk penataan, pembinaan itu mememui kendala untuk penataan sendiri masalah akses jalan, alasannya itu apa yang ada di TPS. Pengankutan atau penarikan sampah yang ada di setiap TPS atau pasar-pasar. dan kami ini melayani 9 Kecamatan sedangkan Armada hanya ada 5 unit, betul sekali mengenai Kecamatan Sedangkan jumlah mobil ada lima hanya saja tadi mampunya penarikan untuk mencapai itu, hanya hari Sabtu sama minggu dengan tiga mobil, pada hari Jumat dua mobil, sehubungan luasnya wilayah, selain itu, kedua mobil kami itu salah satunya ternyata rusak, jadi hanya itu adanya, sekarang diambil udah selesai diperbaiki.
Selanjutnya yang ketiga itu kurangnya alat berat di TPA.
Kami apresiasi itu akan ekspedisikan kendalanya sesuai tanda-tanda sampai kemarin juga tanggal 2 susah, sementara untuk tipe alat tidak ada di sini. sedangkan alat juga di Singapore ke Jakarta dari Jakarta baru ke Sukabumi sampai hampir satu bulan makanya kami itu bingung, sementara ini hanya sebatas itu untuk kesanggupan kami, apabila Armada dan tanpa kendala lain misalkan saja disatu Kecamatan ada satu unit saja. insya Allah akan bertahan, Satu Kecamatan dilayani satu Armada itu paling solusi yang paling baik.
Juga dengan kewenangan keterbatasannya tanpa keterlibatan semua unsur, kami berterima Kasih kalau teman-teman misalkan ada surat-surat kepada Kepala Dinas pasti dengan alasan icon apa namanya sangat membantu kami, mudah-mudahan didengarnya, oleh karena itu dalam pengadaan Armada harus realisasi, dikarenakan masih minimnya Armada juga salah satu kendala ya termasuk minimnya sumber daya manusia (SDM) Beber Aluh.||Kuncir||
Editor: Cecep Sudrajat









