Beranda Advertorial Kurangi Sampah Makanan dari Rumah, Langkah Kecil untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

Kurangi Sampah Makanan dari Rumah, Langkah Kecil untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

Infokowasi.com — Upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari rumah, masyarakat sudah dapat mengambil peran nyata dengan lebih bijak mengelola makanan dan mengurangi sisa pangan yang berakhir menjadi sampah.

Sampah organik rumah tangga sebagian besar berasal dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bahan makanan yang tidak sempat digunakan, makanan yang dimasak terlalu banyak, hingga hidangan yang tersisa karena tidak habis dikonsumsi.

Jika tidak dikelola dengan baik, sisa makanan tersebut akan terus menambah volume sampah rumah tangga. Karena itu, mengurangi sampah makanan sejak dari sumbernya menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi lingkungan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah merencanakan belanja dengan lebih cermat. Membeli bahan makanan sesuai kebutuhan dapat mencegah terjadinya penumpukan bahan yang akhirnya rusak sebelum sempat diolah.

Kebiasaan memasak sesuai jumlah anggota keluarga juga penting. Dengan memperkirakan kebutuhan secara tepat, makanan yang tersisa dapat diminimalkan. Begitu pula saat mengambil makanan, membiasakan diri mengambil secukupnya menjadi langkah kecil untuk mencegah makanan terbuang sia-sia.

Namun, apabila masih terdapat makanan yang tersisa, bukan berarti harus langsung masuk ke tempat sampah. Makanan yang masih layak konsumsi dapat disimpan dengan baik dan diolah kembali menjadi menu baru.

Sementara itu, sisa makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi dapat dipilah dan dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Dengan pemilahan tersebut, sampah organik tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola makanan. Pesannya sederhana: semakin bijak mengelola makanan, semakin sedikit pula sampah yang dihasilkan.

Mengurangi sampah makanan bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Setiap makanan yang tidak terbuang berarti ada sumber daya yang berhasil diselamatkan dan ada beban lingkungan yang berhasil dikurangi.

Karena itu, perubahan dapat dimulai dari hal paling sederhana: belanja seperlunya, masak secukupnya, makan tanpa menyisakan, dan pilah sampah dengan benar.

Mari menjadi masyarakat yang semakin bijak dalam mengelola makanan. Sebab, lingkungan yang lebih bersih dapat dimulai dari keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten di setiap rumah.

Sumber: DLH Jawa Barat

(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakSejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Badan Geologi Ingatkan Masyarakat Patuhi Radius Bahaya
Artikulli tjetërFIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Bergulir, Indonesia Jadi Tuan Rumah Premier Division