Infokowasi.com — Aktivitas gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap gunung api yang menunjukkan peningkatan aktivitas, termasuk yang berada pada Level III atau Siaga.
Status Siaga bukan sekadar angka pada papan informasi. Di baliknya terdapat potensi bahaya yang harus dipahami masyarakat, khususnya mereka yang tinggal, beraktivitas, maupun melakukan perjalanan di sekitar kawasan gunung api.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh Badan Geologi. Radius dan wilayah yang harus dihindari dapat berbeda pada setiap gunung api, sesuai karakter aktivitas serta potensi ancaman yang teridentifikasi.
Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi memastikan status aktivitasnya tetap berada pada Level III (Siaga) setelah sebelumnya mengalami episode erupsi menerus sekitar 25 jam. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut terus dilakukan.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama. Jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial apabila tidak disertai sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Badan Geologi mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi, termasuk MAGMA Indonesia dan laman resmi Badan Geologi. Informasi tersebut penting untuk mengetahui status terkini, rekomendasi kawasan yang harus dihindari, serta perkembangan aktivitas vulkanik.
Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan tidak berarti panik. Justru dengan memahami informasi dan mematuhi rekomendasi, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri dan keluarga.
Patuhi radius bahaya. Jangan mendekat hanya karena ingin melihat aktivitas gunung api dari dekat. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas.(ASR)









