Infokowasi.com – Harapan petani di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, untuk mendapatkan pasokan air pertanian yang lebih optimal mulai menemukan titik terang.
Pembangunan sekaligus peningkatan jaringan irigasi permukaan di Daerah Irigasi (D.I.) Cipamatutan kini telah rampung. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan air menuju areal persawahan.
Rampungnya pekerjaan itu pun mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kelompok petani yang selama ini bergantung pada keberadaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas lahan.
Kepala Tata Usaha UPTD PU Wilayah III Cicurug, Yasin Latip, S.T. mengapresiasi terealisasinya program peningkatan infrastruktur tersebut. Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi merupakan bagian penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat di sektor pertanian.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sukabumi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi atas dukungan terhadap pelaksanaan peningkatan jaringan irigasi permukaan di D.I. Cipamatutan.
“Alhamdulillah, kegiatan peningkatan jaringan irigasi permukaan pada Daerah Irigasi Cipamatutan telah terlaksana. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sukabumi dan Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi,” ujar Yasin.
Apresiasi serupa datang dari Kelompok P3A Mitra CAI Cipamatutan. Perwakilan kelompok, Dadan Setiadarma, menilai keberadaan jaringan irigasi yang telah ditingkatkan memberikan manfaat langsung bagi para petani.
Pasalnya, jaringan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan persawahan dengan luasan kurang lebih 54 hektare
“Atas nama P3A Mitra CAI Cipamatutan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum atas terselenggaranya pembangunan jaringan irigasi permukaan ini. Jaringan tersebut dapat kami manfaatkan untuk mengairi sawah kurang lebih 54 hektare,” ungkap Dadan.
Bagi petani, keberadaan irigasi bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, jaringan air menjadi bagian penting dari denyut kehidupan di kawasan pertanian, terutama untuk menjaga keberlangsungan pengolahan lahan dan mendukung hasil produksi.
Dengan berfungsinya jaringan irigasi Cipamatutan, distribusi air diharapkan menjadi lebih optimal dan mampu menjangkau lahan pertanian secara lebih baik. Kondisi tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta menopang kesejahteraan masyarakat.
Dadan juga berharap pembangunan yang telah direalisasikan tersebut membawa kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga pembangunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.
Kini, saluran air yang mengalir menuju hamparan persawahan Cipamatutan membawa harapan baru. Bagi para petani, setiap tetes air yang sampai ke lahan adalah bagian dari ikhtiar menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan denyut ekonomi masyarakat pedesaan.(ASR)









