Infokowasi.com — Peran pers dalam mengawal pembangunan daerah kembali menjadi sorotan. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, insan pers dituntut tidak hanya menyampaikan kabar secara cepat, tetapi juga menghadirkan informasi yang akurat, mendidik, serta mampu memperkuat kesadaran masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Selasa (27/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Andreas menekankan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pembangunan. Melalui pemberitaan yang berimbang dan berlandaskan fakta, media dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus ruang penyampaian aspirasi publik.
Menurutnya, kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik perlu disampaikan secara bertanggung jawab, disertai fakta, serta diarahkan untuk mendorong perbaikan, bukan memperkeruh keadaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas informasi agar masyarakat tidak terjebak dalam berita bohong yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu persatuan.
“Insan pers harus menjadi suara kebenaran yang konstruktif. Berikan kritik yang membangun dan sajikan informasi yang mencerdaskan,” tegas Andreas.
Pers Profesional Menjadi Penopang Pembangunan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Kecepatan penyebaran berita kini menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis untuk tetap mengedepankan ketelitian, verifikasi, dan etika profesi.
Dalam situasi tersebut, profesionalisme wartawan dinilai semakin penting agar setiap informasi yang disampaikan tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat.
Andreas menyatakan keyakinannya bahwa PWI dapat menjalankan peran sebagai organisasi profesi yang independen sekaligus menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berharap keberadaan PWI mampu memperkuat ekosistem jurnalistik yang sehat di Kabupaten Sukabumi, sehingga informasi mengenai kebijakan, program, maupun persoalan publik dapat tersampaikan secara objektif dan bertanggung jawab.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen menjaga hubungan kemitraan dengan insan pers. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung keterbukaan informasi, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan.
“Mari bersama-sama menjadikan media sebagai cahaya informasi yang mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif, sebagai ikhtiar mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ungkapnya.
PWI Tegaskan Komitmen Kemitraan dan Kontrol Sosial
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, H. Nuruddin Zain Syamsi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap membangun sinergi dengan berbagai unsur, baik pemerintah maupun masyarakat.
Meski membuka ruang kolaborasi, ia menekankan bahwa PWI tetap memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi kontrol sosial. Kemitraan, menurutnya, tidak boleh menghilangkan independensi pers dalam menyampaikan fakta dan menjalankan tugas jurnalistik.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara media dan pemerintah. Di satu sisi, kolaborasi diperlukan untuk mendukung keterbukaan informasi; di sisi lain, kebebasan pers harus tetap dijaga agar pengawasan terhadap kepentingan publik dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“PWI harus bersinergi dengan semua pihak, namun tidak terlepas dari fungsinya sebagai kontrol sosial,” pungkas Nuruddin.
Menguatkan Pers, Mencerdaskan Masyarakat
Pelantikan pengurus PWI Kabupaten Sukabumi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab jurnalistik.
Di tengah perubahan lanskap media, pers diharapkan tetap menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya, menyuarakan kepentingan masyarakat, serta memberikan ruang bagi kritik dan gagasan yang mendorong kemajuan daerah.
Hubungan yang sehat antara pemerintah dan insan pers bukan semata-mata tentang kedekatan kelembagaan, melainkan tentang komitmen bersama untuk menjaga keterbukaan, menghormati fakta, dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas.
Dengan demikian, pers dapat terus menjalankan perannya sebagai mitra pembangunan sekaligus pengawas kekuasaan, demi mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau Mubarakah.
(ASR)









