Infokowasi.com — Di tengah geliat kawasan industri Kabupaten Sukabumi, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, menyimpan potensi lokal yang tumbuh dari kreativitas masyarakatnya. Mulai dari aneka kuliner rumahan, usaha konveksi, hingga kesenian tradisional Sunda, berbagai potensi tersebut menjadi bagian dari kekuatan desa yang berpeluang terus dikembangkan.
Gambaran potensi itu terungkap ketika Tim Radio Citra Lestari (RCL) 95,7 FM berkunjung ke Desa Parungkuda untuk menggali informasi mengenai perkembangan wilayah dan aktivitas masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, tim berdialog dengan Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, terkait potensi ekonomi, sosial, serta kebudayaan yang berkembang di tengah warga.
Secara administratif, Desa Parungkuda terdiri atas delapan Rukun Warga (RW) dan 30 Rukun Tetangga (RT). Sebagian masyarakat menggantungkan penghasilan sebagai buruh pabrik maupun pekerja di sektor industri. Namun, di balik aktivitas tersebut, tumbuh pula berbagai usaha mandiri yang menjadi sumber penghidupan sekaligus mencerminkan keterampilan warga.
Kreativitas Warga Menggerakkan Usaha Rumahan
Ragam produk kuliner menjadi salah satu potensi yang mewarnai aktivitas ekonomi masyarakat Desa Parungkuda. Tahu walik, keripik, dodol, hingga produksi tahu merupakan beberapa usaha yang berkembang dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar lebih luas.
Usaha-usaha tersebut bukan hanya menghadirkan pilihan produk bagi konsumen, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, membangun kemandirian ekonomi, dan menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Selain sektor makanan, keberadaan konveksi rumahan turut memberikan warna tersendiri bagi perekonomian desa. Produksi pakaian yang dikerjakan melalui usaha berskala rumah tangga menjadi bukti bahwa keterampilan masyarakat dapat diolah menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
Potensi ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, pemanfaatan pemasaran digital, serta perluasan jaringan distribusi. Dengan langkah tersebut, produk lokal berpeluang dikenal tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga oleh konsumen dari wilayah lain.
BUMDes Berpeluang Menjadi Penggerak Potensi Lokal
Pengembangan ekonomi desa juga dapat diarahkan melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini berpeluang menjadi salah satu penghubung antara pelaku usaha, produk unggulan, dan akses pemasaran apabila dikelola sesuai kebutuhan serta potensi masyarakat setempat.
Melalui perencanaan yang tepat, BUMDes dapat didorong untuk mendukung pengembangan usaha lokal, memperkuat promosi produk, dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Sinergi antara pemerintah desa dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan dukungan pembinaan dan pengelolaan yang terarah, usaha rumahan diharapkan mampu berkembang serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Karinding hingga Pencak Silat, Warisan Budaya Tetap Hidup
Kekayaan Desa Parungkuda tidak hanya terlihat dari aktivitas ekonominya. Desa ini juga memiliki potensi di bidang kesenian dan olahraga, mulai dari tari tradisional, karinding Sunda, karate, hingga pencak silat.
Kesenian tradisional menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dirawat agar tidak tergerus perubahan zaman. Karinding Sunda, misalnya, merupakan salah satu warisan seni musik tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya masyarakat Sunda.
Sementara itu, kegiatan tari dan pencak silat dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal tradisi, mengasah kemampuan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Aktivitas olahraga bela diri juga memberikan ruang pembinaan kedisiplinan dan pengembangan keterampilan.
Keberadaan kelompok seni dan kegiatan olahraga tersebut menjadi modal sosial yang berharga. Jika mendapat ruang pembinaan dan kesempatan tampil secara berkelanjutan, potensi tersebut dapat semakin dikenal sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Mengangkat Potensi Desa agar Semakin Dikenal
Kunjungan Tim RCL 95,7 FM menjadi salah satu upaya menggali dan memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Parungkuda kepada masyarakat luas. Publikasi mengenai kegiatan ekonomi, kesenian, dan aktivitas warga dapat membuka kesempatan bagi produk maupun potensi lokal untuk memperoleh perhatian lebih besar.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, kelompok seni, komunitas olahraga, serta masyarakat menjadi unsur penting dalam mendorong pengembangan potensi tersebut.
Desa Parungkuda memiliki beragam modal untuk terus bertumbuh, mulai dari keterampilan warganya dalam menghasilkan produk rumahan hingga kekayaan seni tradisional yang masih dapat dikembangkan. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara konsisten, dipromosikan dengan tepat, dan diberi ruang untuk berkembang.
Dengan penguatan usaha lokal dan pelestarian budaya yang berjalan beriringan, potensi Desa Parungkuda dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya Kabupaten Sukabumi.
(ASR)









