Infokowasi.com – Semangat regenerasi pertanian kembali menunjukkan hasil nyata. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kemarau panjang, para petani muda yang tergabung dalam Jaga Nusantara Bersama (Jagatara) membuktikan bahwa sektor pertanian tetap memiliki masa depan cerah di tangan generasi penerus bangsa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui panen raya padi yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jagatara bersama Petani Muda Jagatara Banten di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Sabtu (31/10/2026).
Menggarap lahan pertanian hampir 30 hektare, para petani muda ini berhasil mengembangkan berbagai varietas padi, mulai dari Ciherang, Inpari, Inpara, Inpago hingga padi ketan. Hasil tersebut menjadi gambaran nyata bahwa keterlibatan generasi muda mampu memberikan kontribusi langsung terhadap keberlangsungan produksi pangan nasional.
Perjalanan menuju panen tidak sepenuhnya berjalan mudah. Kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri karena berdampak terhadap ketersediaan air dan produktivitas persawahan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para petani. Dukungan instalasi pompa air menjadi salah satu faktor penting yang membantu menjaga keberlangsungan tanaman hingga memasuki masa panen.
Ketua Petani Muda Jagatara Banten, Akub, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang berhasil dicapai. Menurutnya, keberadaan bantuan pompa air sangat membantu petani dalam menghadapi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Ia berharap dukungan infrastruktur pertanian terus ditingkatkan, terutama pembangunan sistem irigasi dan penambahan armada pompa air agar lahan pertanian tetap produktif dalam berbagai kondisi cuaca.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPD Jagatara Banten, Nurul Ulum. Ia menilai keberhasilan panen tersebut merupakan buah dari ketekunan, kerja kolektif, serta keberanian generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Petani Muda Jagatara Padarincang menerapkan pola tanam padi-padi-padi dalam satu tahun. Strategi tersebut membutuhkan pengelolaan air dan perawatan tanaman yang konsisten, terlebih ketika musim kemarau membatasi ketersediaan sumber pengairan.
Dengan memanfaatkan pompa air untuk mengalirkan pasokan dari Sungai Cikalumpang secara bergantian, para petani mampu mempertahankan aktivitas pertanian hingga menghasilkan panen dengan kualitas yang dinilai baik.
Bagi Nurul Ulum, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan produksi, melainkan bukti bahwa anak muda memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak pertanian modern dan produktif.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Padarincang, Hanif, menegaskan bahwa keberhasilan panen raya tidak terlepas dari pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.
Ia menyebut dukungan program Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian turut membantu menjaga produktivitas lahan sekaligus memperkuat kerja sama antarpelaku pertanian.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda harus terus didorong agar profesi petani semakin diminati dan mampu menjadi pilihan usaha yang menjanjikan bagi masa depan.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembukaan resmi panen raya serta penyerahan bantuan kepada para petani muda oleh Ketua Umum DPP Jagatara, H. Edy Koesriadi, S.P., M.M.
Dalam sambutannya, Edy menyampaikan kebanggaan atas dedikasi kader Petani Muda Jagatara Banten yang telah menunjukkan kontribusi konkret dalam mendukung pembangunan pertanian.
Ia menyoroti pentingnya memperkuat regenerasi petani di tengah tantangan sektor pangan nasional. Menurutnya, potensi Indonesia sebagai negara agraris perlu diimbangi dengan keterlibatan generasi muda yang lebih luas, sehingga keberlanjutan produksi pangan dapat terus terjaga.
Edy menegaskan bahwa DPP Jagatara akan terus mendorong keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Ia berharap keberhasilan di Padarincang dapat menjadi inspirasi bagi kader Petani Muda Jagatara di berbagai daerah untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayah masing-masing.
Panen raya ini menjadi pesan bahwa masa depan pangan Indonesia tidak hanya bergantung pada luasnya lahan pertanian, tetapi juga pada keberanian generasi muda untuk turun ke sawah, mengelola sumber daya, dan menjaga keberlanjutan produksi.
Dari Kampung Sukamaju, Padarincang, para petani muda Jagatara telah memperlihatkan bahwa regenerasi petani bukan sekadar harapan. Dengan kerja keras, pendampingan, serta dukungan infrastruktur yang memadai, generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.
(ASR)









