Beranda Traveller Dispar Sukabumi Dorong TWA Sukawayana Jadi Destinasi Unggulan Berbasis Konservasi dan Pariwisata...

Dispar Sukabumi Dorong TWA Sukawayana Jadi Destinasi Unggulan Berbasis Konservasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Infokowasi.com – Menjaga kelestarian alam sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat menjadi tantangan penting dalam pengembangan sektor pariwisata. Semangat itulah yang mengemuka dalam konsultasi publik penyusunan dokumen rencana pengelolaan jangka panjang kawasan konservasi di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Suaka Margasatwa Cikepuh periode 2026–2035 dan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana periode 2027–2036.

Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat tersebut berlangsung Rabu (28/10/2026), di Grand Inna Samudra Beach, Kabupaten Sukabumi.

Dalam forum tersebut, Ali Iskandar memaparkan strategi pengembangan TWA Sukawayana sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kawasan konservasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata, namun pengelolaannya harus tetap berpijak pada prinsip perlindungan alam.

Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak semata-mata diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan, melainkan juga dari sejauh mana aktivitas wisata mampu menjaga keseimbangan lingkungan serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Pendekatan pariwisata regeneratif menjadi salah satu konsep penting yang perlu diperkuat. Melalui pendekatan ini, kegiatan pariwisata diharapkan tidak hanya meminimalkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem, menjaga warisan budaya lokal, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, pengembangan TWA Sukawayana membutuhkan perencanaan yang matang, tata kelola yang bertanggung jawab, serta keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi wisata dapat tumbuh tanpa mengurangi nilai ekologis kawasan konservasi.

Melalui konsultasi publik ini, diharapkan tersusun arah pengelolaan jangka panjang yang mampu menyelaraskan kepentingan pelestarian lingkungan dengan pengembangan pariwisata yang berkualitas.

Bagi Kabupaten Sukabumi, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sektor pariwisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu meninggalkan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Sebab, pariwisata sejati bukan sekadar menghadirkan keindahan untuk dinikmati hari ini, melainkan memastikan keindahan alam tetap terpelihara untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakTak Sekadar Menanam Pohon, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622 Sukabumi Tanam 500 Bibit Kehidupan untuk Generasi Mendatang
Artikulli tjetërSecangkir Kopi Jadi Jembatan Aspirasi, Kapolres Sukabumi Sambangi Sopir Angkot Palabuhanratu