Infokowasi.com — Kekayaan pangan Kabupaten Sukabumi menyimpan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian pangan masyarakat. Mulai dari singkong, ubi jalar, talas, hanjeli, hingga beragam hasil pertanian dan buah-buahan lokal, semuanya dapat diolah menjadi sumber pangan bergizi sekaligus bernilai ekonomi.
Melihat potensi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus menggaungkan gerakan diversifikasi pangan dengan mengajak masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan hasil bumi daerah sendiri. Kampanye ini menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis bahan pangan pokok, khususnya beras, sekaligus memperluas pilihan konsumsi keluarga.
Melalui berbagai kegiatan edukasi, termasuk program Lentera Pangan (Duta Literasi Ketahanan Pangan dan Edukasi Pangan) serta momentum peringatan Hari Pangan Sedunia, masyarakat didorong membiasakan pola konsumsi B2SA, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
Sukabumi Memiliki Kekayaan Pangan yang Beragam
Bentang alam Kabupaten Sukabumi memberikan peluang bagi tumbuhnya berbagai komoditas pangan lokal. Selain beras dan padi unggul lokal, masyarakat juga memiliki sumber karbohidrat alternatif seperti singkong, ubi jalar, talas, dan hanjeli. Potensi buah-buahan seperti manggis dan pepaya turut memperkaya pilihan pangan daerah.
Kekayaan tersebut bukan hanya potensi pertanian, tetapi juga bagian dari identitas dan kearifan masyarakat Sukabumi dalam mengelola sumber daya alam.
Salah satu gambaran nyata pelestarian pangan berbasis tradisi dapat ditemukan di Kasepuhan Sinar Resmi. Masyarakat adat setempat mempertahankan berbagai varietas padi tradisional, mengembangkan tanaman pangan beragam, serta menjaga tradisi penyimpanan hasil panen melalui sistem lumbung.
Kearifan tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada teknologi modern. Pengetahuan lokal, keberagaman tanaman, dan kebiasaan menjaga cadangan pangan juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan makanan.
Pangan Lokal Harus Bermutu dan Aman Dikonsumsi
Selain mendorong masyarakat mengonsumsi produk lokal, DKP Kabupaten Sukabumi juga memberikan perhatian terhadap aspek keamanan pangan.
Melalui perannya sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), DKP memperkuat upaya pembinaan dan fasilitasi sertifikasi PSAT-PDUK (Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil).
Langkah tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha pangan segar memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk. Dengan kualitas yang terjaga, pangan lokal diharapkan semakin dipercaya konsumen serta memiliki peluang lebih luas untuk dipasarkan.
Dari Meja Makan hingga Kesejahteraan Petani
Diversifikasi pangan membawa manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang bervariasi dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh.
Pesan yang terus diperkenalkan DKP adalah bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dapat diolah menjadi hidangan sehat, lezat, dan terjangkau.
Di sisi lain, meningkatnya pemanfaatan hasil bumi daerah juga berpeluang memperluas pasar bagi petani, menggerakkan pelaku UMKM, serta mendorong tumbuhnya usaha kuliner berbasis pangan tradisional.
Rantai manfaat ini menjadikan diversifikasi pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga dan daerah.
Saatnya Bangga Mengonsumsi Pangan Lokal
Melalui kampanye Indonesia Kaya Pangan Lokal, DKP Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang pangan alternatif sebagai pilihan kedua. Singkong, talas, ubi, hanjeli, dan berbagai komoditas lokal lainnya merupakan kekayaan yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari.
Ketahanan pangan yang kuat berawal dari kesadaran masyarakat dalam memilih, mengolah, dan memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di lingkungannya.
Sebab, kemandirian pangan bukan hanya tentang seberapa banyak bahan makanan diproduksi, tetapi juga bagaimana kekayaan hasil bumi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga, kesejahteraan petani, dan keberlangsungan ekonomi daerah.
DKP Kabupaten Sukabumi — Bangga Pangan Lokal, Beragam Konsumsi, Sehat Keluarga, Kuat Ketahanan Pangan.
(ASR)









