Ajukan Keringanan Kredit Akibat Dampak Covid-19 Di ACC, Debitur Harus Datang Untuk Tandatangan

Sukabumi, infokowasi.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan keringanan pembayaran kredit dalam video conference di Istana Bogor, pada Selasa (31/3/2020) lalu.
Menurut Jokowi, dalam penanganan virus corona, dunia usaha harus dijaga, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerja.
Oleh karena itu, lanjut Jokowi, pemerintah memberlakukan keringanan pembayaran kredit.
“Bagi para pekerja informal baik ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM, nelayan dengan penghasilan harian, dengan kredit di bawah Rp 10 miliar, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut,” kata Jokowi dalam pidatonya.
Menurut Kepala Negara, keringanan pembayaran kredit ini pun telah ditetapkan prosedur pengajuannya. Debitur tidak perlu datang ke kantor bank atau perusahaan leasing.
“Cukup melalui e-mail atau media komunikasi digital seperti WA,” tegas Jokowi saat itu.
“Jauh Panggang Dari Api”, tampaknnya itu pribahasa yang tepat untuk diungkapkan oleh salah seorang debitur dari perusahaan pembiayaan kendaraan (Leasing) Astra Credit Commpany (ACC) cabang Sukabumi, Jawa Barat, setelah mengajukan keringanan cicilan akibat dampak Covid-19 sesuai amanat Presiden Jokowi.
Sebut saja Rina (bukan nama sebenarnya), wanita berusia sekitar 35 tahun yang berprofesi sebagai penyedia jasa pesta perkawinan atau sering disebut Wedding Organizer (WO) tersebut mengungkapkan kekecewaannya kepada infokowasi.com pada Rabu (15/4/2020) di tempat kediamannya di bilangan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.
Setelah sebelumnya Ia mencona mengajukan keringanan cicilan kendaraannya melalui laman resmi ACC, tak lama berselang Ia mendapat telepon dari pihak ACC supaya ke kantor cabang terdekat untuk proses restrukturisasi. Sesuai permintaan ACC Rina pun mendatangi kantor cabang ACC di Kota Sukabumi (13/4/2020) dan bertemu dengan Head Call ACC di kantor cabang itu.
Keesokan harinya Rina mendapat jawaban dari Head Call ACC cabang Sukabumi, setelah sebelumnya Ia yang terlebih dahulu menanyakannya melalui pesan singkat Whats App (WA). Sayang, jawaban yang diterima Rina adalah permohonannya ditolak.
Dalam keterangan singkatnya melalui WA, kepada Rina Head Call ACC cabang Sukabumi mengatakan bahwa pengajuannya ditolak karena pihak costumer atas nama kontrak (Suami Rina) tidak dapat hadir untuk menandatangani berkas amandemen karena ada restrukturisasi. Meskipun Sang Istri mendapat surat kuasa dari suaminya, tetap tak bisa, karena tak boleh diwakilkan.
Padahal sebelumnya Rina sudah menceritakan bahwa suaminya terkendala untuk dapat pulang karena sedang berada di suatu tempat yang tidak memungkinkan pulang dalam waktu dekat akibat dampak pandemi Covid-19 saat ini. Selain itu, Rina juga sudah mengatakan bahwa kondisi keuangannya saat ini tengah dilanda krisis akibat tak adanya klien yang menggunakan jasa WO-nya.
Untuk mendapatkan keterangan dari pihak ACC, infokowasi.com coba menghubungi Head Call ACC cabang Sukabumi dan Corporate Communikation ACC Pusat untuk meminta konfirmasi terkait hal itu. Namun sayang, hingga berita ini diturunkan pihak ACC belum dapat memberikan keterangannya.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Rina membayar full cicilanya untuk bulan ini karena takut kendaraan yang sudah ia angsur selama 32 bulan ke belakang akan ditarik pihak ACC menggunakan debt collector bila telat membayar angsuran berikutnya.
Rina mengaku, seharusnya uang yang Ia bayarkan ke ACC itu untuk menopang hidup Ia dan dua anaknya dalam beberapa minggu ke depan. Dikarenakan Sang Suami tidak dapat pulang dan belum bisa menghasilkan uang untuk saat ini akibat dampak yang sama, yaitu dampak pandemi Covid-19.

laporan : Iwa Kuswara

Baca Juga :  Info Terbaru (1/6) Data Covid-19 Kabupaten Sukabumi

Editor : Yossy Suryadi

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here