Cegah Masuknya Corona Import, Jokowi Perketat Perlintasan WNA

Petugas Imigrasi Bandara perketat pengecekan
Petugas Imigrasi Bandara perketat pengecekan

 

Bogor, infokowasi.com – Pemerintah akan melaklukan sejumlah cara pengendalian pandemi virus corona. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, tak hanya pengendalian mobilitas orang di dalam negeri, pengendalian mobilitas orang antar negara juga dinilai penting untuk mencegah resiko kasus corona import dari luar negeri.

Apalagi saat ini, kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/3020), sudah ada lebih dari 202 negara dan teritori di seluruh dunia yang terjangkit Covid-19. Selain itu, episentrum corona juga telah berpindah dari Tiongkok ke Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga :  Desa Babakanpari Siap Kawal PSBB

“Saat ini, jumlah kasus corona di AS mencapai 164.253 orang. Sementara, kasus corona di Italia mencapai 101.739 orang dan di Spanyol mencapai 87.956 orang,” ujarnya.

Jumlah kasus corona di ke-tiga negara tersebut kini lebih besar dibanding Tiongkok, yang semula merupakan pusat wabah dengan jumlah kasus sebesar 81.518 orang.

“Prioritas kita saat ini bukan hanya mengendalikan arus mobilitas orang antarwilayah di dalam negeri, arus mudik yang sudah kita bicarakan, tapi juga harus bisa mengendalikan mobilitas antar negara yang berisiko membawa imported cases,” ungkapnya.

Baca Juga :  Desa Parakansalak Bagikan Wastafel Portable Berikut Masker ke Setiap RW

Atas dasar itu, Jokowi menilai kebijakan yang mengatur perlintasan atau pergerakkan warga negara asing (WNA) ke Indonesia harus diperkuat. Oleh karena itu, protokol kesehatan yang ada di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas, menurutnya perlu diperketat. Adapun kebijakan tersebut harus dievaluasi secara berkala.

“Untuk antisipasi pergerakan Covid-19 dari berbagai negara yang ada di dunia,” ujar Jokowi.

Presiden juga menyatakan, bagi WNI yang pulang ke Indonesia dari luar negeri dan tanpa gejala corona, mereka dapat dipulangkan dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Dengan demikian, mereka harus menjalankan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dengan disiplin.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 9 Desember 2020, H. Marwan : Harus Terapkan Protokol Kesehatan

“Proses isolasi di rumah sakit yang telah kita siapkan, misalnya di Pulau Galang,” ujar presiden.

Seperti diketahui, jumlah kasus corona di Indonesia semakin bertambah. Hingga Senin (30/3/2020), jumlah pasien positif corona di Indonesia tercatat 1.414 orang. Dari angka tersebut, 122 orang meninggal dunia dan 75 pasien pulih dari corona.

Laporan : Iwa Kuswara
Editor : Yossy Suryadi
Redaksi : redaksi@infokowasi.com
Marketing : marketing@infokowasi.com

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here