|Cuplikan| Info Terbaru (12/5/2020) Demo Buruh di Kabupaten Sukabumi

Cuplikan Video Demo Buruh Kabupaten Sukabumi

Pendapat Saepul Tavip (Presiden OPSI)

THR adalah hak normatif buruh yang telah diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 dan Permenaker No. 6 tahun 2016.

Intinya, Pengusaha harus tetap wajib membayar THR secara penuh/full. Tidak boleh ada pemotongan/sebagian.

Saat ini ada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No. M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

SE tersebut memberi peluang bagi Perusahaan untuk membayar THR tidak secara sekaligus tapi dicicil, mengingat kondisi epidemic covid-19 saat ini yang tengah melanda dunia (baik dunia usaha maupun dunia ketenagakerjaan). Cash flow Perusahaan banyak yang mengalami masalah (terganggu).

Baca Juga :  SDN 2 Pondokasolandeuh Lakukan Penyemprotan COVID-19

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan ini, maka yang sangat diperlukan adalah dialog sosial yang dilandasi oleh semangat kebersamaan, keterbukaan dan kejujuran antara pihak Perusahaan dengan Serikat Pekerja mengenai kondisi yang sebenar-benarnya yang dialami oleh Perusahaan. Tidak boleh ada tindakan sepihak yang menimbulkan reaksi dari pihak lain. Jalan musyawarah harus benar-benar ditempuh.

Jika Perusahaan benar-benar merasa tidak mampu membayar secara sekaligus, maka harus dibuktikan bahwa kondisi keuangannya memang benar-benar sedang kurang bagus. Perusahaanya harus jujur (tapi tidak sedikit juga Pengusaha yang nakal. Pura-pura merugi). Maka kemudian harus ada pembicaraan/musyawarah dengan pihak Pekerja/Serikat Pekerja mengenai kemungkinan pembayarannya dicicil dalam 2 kali pembayaran. Di sini Instansi Disnaker harus ikut turun tangan menengahi kondisi tersebut, agar ada jalan keluar.

Baca Juga :  Hari Ke-2 PSBB Kab. Sukabumi Bupati Chek Wilayah Cisaat Sampai Benda

Nah, aksi-aksi protes (demo) yang merebak belakangan ini, bisa jadi karena minimnya dialog sosial yang diiringi oleh tindakan/keputusan sepihak dari Perusahaan. Maka bisa dimengerti jika Serikat Pekerja bereaksi.

Hubungan industrial yang sehat dan harmonis itu jika satu sama lain saling menganggap sebagai MITRA strategis. Berat sama dijinjing, ringan sama dipikul.

 









Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here