Infokowasi.com – Seorang oknum wartawan berinisial AS (46) diringkus jajaran Polsek Sukaraja, Resor Sukabumi Kota, setelah diduga melakukan pemerasan dan intimidasi di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/8/2026). Tak hanya melakukan pengamukan, pelaku yang bertindak arogan tersebut juga terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin saat menjalani pemeriksaan kepolisian.
Aksi pengamukan bermula ketika AS, warga Kampung Nagrak, Desa Cisarua, mendatangi sekolah seorang diri untuk menagih uang berlangganan media bulanan sebesar Rp100.000 untuk jatah September 2026. Namun, pihak sekolah belum dapat memenuhi permintaan tersebut lantaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.
Hal itu memicu emosi pelaku hingga membentak pihak sekolah dan merampas ponsel milik seorang guru yang mencoba merekam kejadian tersebut.
Kapolsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota, Kompol Aguk, menegaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Sukaraja usai menerima laporan resmi dari pihak sekolah.
“Begitu menerima informasi, terduga pelaku langsung kita amankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Motif sementara diduga terkait permintaan uang, namun masih terus kita dalami dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujar Kompol Aguk saat di wawancara awak media, Senin malam (31/8/2026).
Kompol Aguk menjelaskan, dari hasil tes urine yang dilakukan menggunakan alat tes dari BNNK Sukabumi, oknum wartawan tersebut terbukti mengonsumsi zat terlarang.
“Tadi sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif amfetamin, sejenis sabu,” ungkapnya.
Saat ini, status AS masih diamankan di Mapolsek Sukaraja guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan alat bukti serta memanggil para saksi untuk melengkapi berkas perkara.
Atas perbuatannya, terduga pelaku terancam dijerat Pasal 483 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara, serta Pasal 448 KUHP juncto Pasal 126 KUHP dengan ancaman 1 tahun kurungan. Polisi juga tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan kasus ini jika ada laporan dari sekolah lain yang mengalami modus serupa. MY Kuncir








