Beranda Ekonomi dan Bisnis Dinas Ketahaanan Pangan Dukung Langkah Awal Penguatan Kolaborasi Antara Pemerintah Pusat Dan...

Dinas Ketahaanan Pangan Dukung Langkah Awal Penguatan Kolaborasi Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Dalam Mendorong Pembangunan Desa

Infokowasi.com- Kunker Kepala Staf Kepresidenan ke Desa Pulosari Diwakili Staf Ahli, Wakil Bupati Sukabumi Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Kunjungan KSP- Lok. Kp. kiaraberes Pulosari Kalapanunggal, Sukabumi

Kunjungan kerja (kunker) Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP RI) ke Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jumat  Krmarin (30/1/2026), tetap berlangsung meski Kepala Staf Kepresidenan tidak dapat hadir secara langsung karena harus kembali ke Jakarta memenuhi panggilan Presiden untuk urusan kenegaraan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, di lokasi kegiatan. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tetap diwakili oleh staf ahli KSP, perwakilan Kementerian Desa, Kementerian Kehutanan, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, H. Andreas menyampaikan salam mubarokah sekaligus apresiasi kepada rombongan KSP yang telah berkenan hadir di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Kabupaten Sukabumj dr. GATOT SUGIHARTO Mengaatakan, Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, tukasnya.

Lebih lanjut Gatot menjelaskan ,Ketahanan pangan memiliki fungsi krusial dalam mendorong program pusat (pemerintah pusat) di Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan pertahanan negara. Sektor ini menjadi salah satu kontributor terbesar PDB nasional, yakni 14,35 persen pada tahun 2025. 

Berikut adalah fungsi ketahanan pangan dalam mendorong program pusat:
  • Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Ekonomi: Menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan adalah fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendukung daya beli masyarakat. Ini secara langsung mendukung program pengendalian inflasi pemerintah pusat.
  • Penyediaan Pangan untuk Program Gizi (Stunting): Ketahanan pangan berfungsi mendukung program strategis nasional seperti “Dapur Makan Bergizi Gratis” dengan menginisiasi kerja sama penyediaan bahan pokok (telur, daging ayam) langsung dari peternak ke unit pelaksana, sekaligus membantu menstabilkan harga.
  • Peningkatan Kemandirian dan Pengurangan Impor: Pembangunan lumbung pangan lokal dan pengembangan lahan (food estate) bertujuan mengurangi ketergantungan pada distribusi dari pusat serta menekan impor komoditas strategis.
  • Penguatan Pertahanan dan Keamanan Negara: Ketahanan pangan di wilayah perbatasan berfungsi sebagai benteng kedaulatan, memastikan keamanan pangan masyarakat setempat saat terjadi krisis
  • Peningkatan Kesejahteraan Petani (Nilai Tukar Petani): Program ketahanan pangan yang fokus pada modernisasi alat dan perbaikan irigasi bertujuan meningkatkan produktivitas dan Nilai Tukar Petani (NTP).
  • Diversifikasi Pangan dan Keamanan Gizi: Mendorong konsumsi pangan lokal (selain beras) untuk meningkatkan keragaman gizi dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas, sesuai strategi pangan nasional. 

Secara keseluruhan, ketahanan pangan diatur melalui empat pilar—ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan stabilitas—yang merupakan bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi pusat., pungkas Gatot.(AP)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakKabar Gembira Buat Para Pelaku Usaha Mikro Dari Pemkab Sukabumi 
Artikulli tjetërPERSIB Kokoh di Puncak Klasemen Super League

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini