Gin Gin Ginanjar Berharap Penemuan Bunker Peninggalan Jepang di Desa Sukamukti Kecamatan Waluran Menjadi Destinasi Wisata

Waluran – Setelah berjalan kurang lebih 5 tahun penelitian, kini ditemukan kembali jenis bangunan pertahanan diduga peninggalan Jepang yang berlokasi di Desa Sukamukti Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi.

Bangunan sisa peninggalan Jepang ditemukan dengan kondisi keutuhan 50% sesuai dengan usia kedatangan Jepang di Indonesia sekitar 70 tahun lalu.

Menurut Oky, Ketua Tim Badan Penelitian Arkeologi Bandung saat diminta informasi, bangunan tersebut diperkirakan berusia 65 tahun berjalan.

“Penelitian sudah berjalan dihari ke – 3 hingga Rabu 22 September 2021 ini, berdasarkan dari analisa bangunan yang kami temukan diperkirakan berusia 70 tahun dari jenis file box, sesuai dengan usia berjalan 65 tahun, adapun kontruksi material yang terlihat baru susunan batu bata merah berbentuk ruangan ukuran 4m x 2m, yang awalnya terkubur tanah dan tanaman kayu milik warga Desa Sukatani, semula rata dengan tanah,” jelas Oky.

Baca Juga :  Polsek Jampangtengah Bagikan Bantuan untuk Warga Terdampak COVID-19

Selama penggalian dilapangan beberapa jenis lapak ditemukan, berdasarkan analisa bangunan yang diteliti saat ini diperkirakan berfungsi sebagai tempat pertahanan atau ruang tembak mati atau gudang logistik, karena memiliki ruang ventilasi seperti tempat akomodasi atau  tempat tinggal, namun tidak menutup kemungkinan bangunan tersebut merupakan pos jaga.

Selanjutnya Adi Afrianto memaparkan hasil penelitian tersebut masih memerlukan waktu untuk diambil kesimpulan, menurutnya kemungkinan ada kaitan dengan temuan bunker pada tahun 2016 di atas galian sebelumnya, terlebih jarak yang berdekatan.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Dan Kelautan Gandeng  FKPPLH Kab. Sukabumi, LSM Dampal Jurig, Serta SAMAHI Centre Tebar Bibit Ikan Di Situ Gunung

Lebih lanjut Adi menjelaskan bahwa hasil penelitian akan dilaporkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Sukamukti, Usep Firdaus mengaku sangat mendukung peneliti dari arkeologi Bandung, Usep berharap adanya temuan cagar budaya jenis bunker, kedepanya bisa dipelihara agar menjadi potensi wisata.

Hal senada diungkapkan Camat waluran, Gin Gin Ginanjar Permana, S. STP. menurutnya penemuan bunker peninggalan Jepang di Desa Sukamukti harus tetap dijaga dan dipelihara kelestariannya untuk  dikelola menjadi salah satu destinasi wisata.

Baca Juga :  Satu Warga Pasien Dalam Pengawasan Meninggal Dunia

“keberadaan bunker tersebut saya rasa bisa dikembangkan menjadi potensi wisata sejarah atau wisata edukasi, mengingat berkaitan dengan perjalanan sejarah di Kecamatan Waluran,” pungkas Gin Gin.

MY Kuncir

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here