Hari Kartini dan Peranannya Bagi Perempuan

Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, 21 April 1879 – meninggal di Rembang September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Anggota TNI yang Diduga jadi Korban Pembunuhan

Tanggapan beberapa tokoh pendidikan perempuan di Jampangatengah mengenai Ibu Kartini

Yayat Suryati, S.Pd, Guru SDN 1 Bojonglopang
Yayat Suryati, S.Pd, Guru SDN 1 Bojonglopang

Yayat Suryati, S.Pd, Guru SDN 1 Bojonglopang, Jampangtengah memaparkan, Hari Kartini sangat berarti bagi kaum wanita Indonesia. Karena jasa ibu Kartini sangat besar. Dengan perjuangan beliaulah wanita diangkat derajatnya, dengan perjuangan beliaulah wanita bisa hidup sederajat dengan kaum laki-laki tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.

Euis Junaesih, S.Pd, Kepala Sekolah SDN Cibojong, Jampangtengah, memaparkan Kartini hari ini hanya bisa mengelus dada, biasanya upacara, semoga anak-anak bisa melanjutkannya perjuangannya. Luar biasa, kita bisa seperti ini beliau yang menjembataninya.

Baca Juga :  Sertijab Bupati Sukabumi, Ini Program Visi dan Misi Kab.Sukabumi 2021 - 2026
Eti Nuryanti,S.Pd, Pengurus PC PGRI Jampangtengah Bidang pemberdayaan Perempuan
Eti Nuryanti,S.Pd, Pengurus PC PGRI Jampangtengah Bidang pemberdayaan Perempuan

Eti Nuryanti, S.Pd, Pengurus PC PGRI Jampangtengah Bidang pemberdayaan perempuan, menyemangati kepada seluruh generasi muda terutama kaum wanita, Jangan pernah menyerah jika masih ingin mencoba, kalau pun gagal kita harus mencoba lagi . Jangan biarkan penyesalan datang karena selangkah lagi untuk menang, itulah tuturnya untuk meneladani Ibu Kartini.

Tentunya masih banyak lagi pendapat lain tentang Ibu Kartini, dan setiap insan pasti mengharapkan bahwa kebaikan dan ketauladanan beliau bisa menular kepada perempuan dimasa kini, sehingga bisa menjadi tonggak sejarah kemajuan Bangsa Insonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here